Tribun

Akan Terima Tongkat Kepemimpinan ASEAN, Indonesia Akan Bawa Isu Demokrasi Dalam Pembahasan

Presiden Joko Widodo akan menerima tongkat kepemimpinan ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kamboja pada 9 sampai 12 November 2022.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Erik S
zoom-in Akan Terima Tongkat Kepemimpinan ASEAN, Indonesia Akan Bawa Isu Demokrasi Dalam Pembahasan
YouTube Lembaga Survei Indonesia LSI_Lembaga
Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan Presiden Joko Widodo akan menerima tongkat kepemimpinan ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kamboja pada 9 sampai 12 November 2022. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan Presiden Joko Widodo akan menerima tongkat kepemimpinan ASEAN dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Kamboja pada 9 sampai 12 November 2022.

Dengan demikian, Indonesia akan resmi menjadi ketua ASEAN periode berikutnya.

Baca juga: Indonesia dan Negara Kawasan ASEAN Dinyakini Tahan Terhadap Ancaman Resesi Global

Ia juga mengatakan akan turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan tersebut.

Mahfud juga mengatakan ada sejumlah isu yang akan dibawa Indonesia dalam pertemuan tersebut mulai dari demokrasi hingga soal Myanmar.

"Tentu masalah strategis yang akan dibahas misalnya masalah demokrasi, penegakan hukum, HAM, kerja sama intelijen, keamanan bersama, dan sebagainya itu akan kita bahas di sana," kata Mahfud di kanal Youtube Kemenko Polhukam RI pada Senin (7/11/2022).

Selain itu, kata Mahfud, Indonesia juga akan membawa isu strategis lain dalam pertemuan tersebut.

Ia mengatakan isu lain yang akan dibawa di antaranya adalah persoalan di Myanmar.

Baca juga: Jokowi akan Hadiri KTT Asean di Kamboja Sebelum Pimpin KTT G20

"Banyak isu lain misalnya masalah Cina Selatan, tindak pidana, perdagangan orang, masalah Myanmar, banyak lagi yang nanti akan dibahas," kata Mahfud.

ASEAN, kata Mahfud, merupakan forum yang sangat dihormati di dunia internasional.

Mahfud mengatakan tujuan yang ingin dicapai dalam KTT tersebut adalah prinsip dasar yang sudah dicanangkan sejak lama yaitu membangun wilayah yang damai dan aman untuk kesejahteraan rakyat di kawasan ASEAN.

"Netralitasnya diharapkan membangun kesejukan dalam pergaulan antarbangsa-bangsa, selalu ditunjukkan oleh kawasan ASEAN ini dan ini harus kita perkuat untuk ke depannya," kata Mahfud.

Baca juga: Analis Sebut Ekonomi Digital ASEAN Tumbuh Lebih Cepat dari Perkiraan 

Untuk itu, kata Mahfud, setelah selesai menyelenggarakan KTT G-20 dalam waktu dekat, maka bangsa Indonesia harus tetap bersemangat membangun kehidupan di kancah internasional sebagai Ketus ASEAN.

"Jadi nanti sesudah kita selesai ramai-ramai soal G-20 sebagai event internasional yang bergengsi, sesudah itu kita juga masih akan terus meriah dan harus bersemangat untuk membangun kehidupan dunia internasional. Karena pada saat itu Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN," kata Mahfud.

Tangkapan Layar: Kanal Youtube Kemenko Polhukam RI

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD saat menyampaikan keterangan terkait KTT ASEAN pada Senin (7/11/2022).

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas