Tribun

Saiful Pegiat Literasi Medsos: Bonus Demografi Adalah Kekuatan Bangsa

Bonus demografi dikaitkan dengan jendela peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penulis: Toni Bramantoro
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Saiful Pegiat Literasi Medsos: Bonus Demografi Adalah Kekuatan Bangsa
Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi. Suasana permukiman padat penduduk di kawasan Jakarta Selatan, Jumat (4/6/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data jumlah penduduk di Indonesia hingga September 2020 sebanyak 270.203.917 jiwa. Dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir (2010-2020), terjadi penambahan jumlah penduduk sebanyak 32,56 juta jiwa atau rata-rata sebanyak 3,26 juta setiap tahun. Sementara laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,25 persen per tahun. Bonus demografi dikaitkan dengan munculnya suatu kesempatan yang disebut dengan jendela peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bonus demografi adalah kondisi yang terjadi saat sebuah negara memiliki jumlah penduduk usia produktif yang lebih tinggi daripada penduduk usia non-produktif.

Bonus demografi dikaitkan dengan munculnya suatu kesempatan yang disebut dengan jendela peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Demikian dikatakan oleh Saiful, Pegiat Literasi Medsos saat ditemui dalam suatu acara bincang publik di Jakarta, baru-baru ini.

Dikatakannya, bonus demografi dapat bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi merupakan instrumen yang sangat baik dalam mengurangi tingkat kemiskinan.

Dengan kata lain, bonus demografi yang dimanfaatkan dengan optimal akan mengurangi kemiskinan dengan signifikan.

Namun demikian, melimpahnya penduduk bisa menciptakan kondisi yang buruk jika tidak dikelola dengan baik.

Melimpahnya penduduk usia kerja yang tidak memiliki keahlian dan keterampilan dapat meningkatkan tingkat pengangguran, tingkat kriminalitas, tingkat kemiskinan, dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

Oleh karena itu, berbagai kebijakan perlu dirumuskan untuk dapat memetik manfaat melalui jendela peluang yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2030-2040 di Indonesia.

"Dalam mengoptimalkan manfaat bonus demografi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu dengan mengembangkan kualitas manusia melalui pendidikan dan pelatihan, memperluas pasar tenaga kerja, mengelola pertumbuhan populasi, dan meningkatkan tingkat kesehatan penduduk," ungkap Saiful.

Baca juga: Jokowi: Bonus Demografi Merupakan Kekuatan Bukan Beban

Trend positif tentang kedatangan bonus demografi masih akan berlanjut sejak 2020-2030.

Pada rentang waktu ini, beban ketergantungan penduduk usia anak-anak dan beban ketergantungan penduduk usia tua berada pada posisi paling optimal.

Saiful mengatakan, setelah tahun 2030 beban ketergantungan penduduk usia tua akan meningkat sehingga beban ketergantungan total akan naik kembali.

Diperkirakan bonus yang dapat disumbangkan oleh penduduk usia kerja akan menjadi makin kecil karena harus menanggung beban ketergantungan penduduk usia tua yang jumlahnya akan semakin bertambah.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas