Tribun

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Gelar Aksi di Perempatan Ijen, Aremania Tuntut Eksekutor Penembak Gas Air Mata Jadi Tersangka

Ratusan aremania turun ke jalan, tuntut ada penambahan tersangka termasuk sang eksekutor penembak gas air mata.

Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Gelar Aksi di Perempatan Ijen, Aremania Tuntut Eksekutor Penembak Gas Air Mata Jadi Tersangka
SURYA/PURWANTO
Sejumlah suporter Arema FC, Aremania melakukan aksi teatrikal saat mereka menggelar aksi solidaritas Tragedi Kanjuruhan di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur Minggu (27/11/2022). Aremania menuntut percepatan kasus Tragedi Kanjuruhan dan pelanggaran HAM yang sangat berat dan patut dibawa ke Pengadilan HAM Internasional. Selain melayangkan tuntutan, mereka juga melakukan aksi teatrikal menggambarkan Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang. Sejumlah titik di Malang Raya dijadikan aksi demo turun jalan serentak dengan mengusung tema Malang Black Sunday. SURYA/PURWANTO 

TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Ratusan Aremania dari berbagai wilayah di Kelurahan Gading Kasri, Pisang Candi, Bareng dan Tanjungrejo melakukan aksi turun ke jalan, Minggu (27/11/2022).

Aksi turun ke jalan ini adalah bentuk solidaritas sekaligus menyuarakan usut tuntas terhadap Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 korban jiwa.

Tragedi Kanjuruhan itu pecah selepas Arema FC dikalahkan Persebaya Surabaya 2-3 pada 1 Oktober 2022 lalu.

Pada awalnya, para Aremania tersebut berkumpul terlebih dahulu di Jalan Terusan Dieng sekitar pukul 09.00 WIB.

Setelah itu, Aremania berjalan kaki menuju ke perempatan Jalan Besar Ijen atau tepatnya di depan Rumah Dinas Wali Kota Malang.

Sekitar pukul 10.30 WIB, mereka pun sampai di perempatan Jalan Besar Ijen.

Sambil membawa bendera merah putih, keranda, dan spanduk tuntutan, Aremania pun menutup arus lalu lintas.

Dari pantauan SURYAMALANG.COM di lokasi, spanduk tuntutan tersebut bertuliskan "Banjir Darah Keringat dan Air Mata".

Selain itu, mereka juga menempelkan berbagai macam kertas bertuliskan "Usut Tuntas" di depan tulisan Rumah Dinas Wali Kota Malang.

Ribuan suporter Arema FC, Aremania melakukan aksi solidaritas Tragedi Kanjuruhan di sepanjang Jalan Raya Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur Minggu (27/11/2022). Aremania menuntut percepatan kasus Tragedi Kanjuruhan dan pelanggaran HAM yang sangat berat dan patut dibawa ke Pengadilan HAM Internasional. Selain melayangkan tuntutan, mereka juga melakukan aksi teatrikal menggambarkan Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang. Sejumlah titik di Malang Raya dijadikan aksi demo turun jalan serentak dengan mengusung tema Malang Black Sunday. SURYA/PURWANTO
Ribuan suporter Arema FC, Aremania melakukan aksi solidaritas Tragedi Kanjuruhan di sepanjang Jalan Raya Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur Minggu (27/11/2022). Aremania menuntut percepatan kasus Tragedi Kanjuruhan dan pelanggaran HAM yang sangat berat dan patut dibawa ke Pengadilan HAM Internasional. Selain melayangkan tuntutan, mereka juga melakukan aksi teatrikal menggambarkan Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang. Sejumlah titik di Malang Raya dijadikan aksi demo turun jalan serentak dengan mengusung tema Malang Black Sunday. SURYA/PURWANTO (SURYA/PURWANTO)

 
Lalu sekitar pukul 11.59 WIB, aksi tersebut ditutup dengan aksi teatrikal yang menggambarkan Aremania berjuang sendiri dalam mencari keadilan usut tuntas Tragedi Stadion Kanjuruhan.

Setelah aksi teatrikal, mereka pun membubarkan diri dan arus lalu lintas kembali lancar.

Satu Aremania yang ikut dalam aksi, Indra Bogel mengatakan bahwa ada tiga tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut.

"Yang pertama, adanya penambahan tersangka dalam kasus Tragedi Kanjuruhan termasuk di dalamnya eksekutor penembak gas air mata."

"Lalu yang kedua, menuntut adanya penambahan Pasal 351, Pasal 338 dan bahkan Pasal 340 KUHP dari yang sebelumnya disangkakan oleh penyidik adalah pasal 359 KUHP."

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas