Tribun

Penyakit Mulut dan Kuku

Satgas Klaim PMK Terkendali 10 Provinsi Nihil Kasus Baru

Brigjen TNI Lukmansyah menyampaikan, saat ini ada enam provinsi dengan kasus aktif atau belum sembuh tertinggi. 

Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Satgas Klaim PMK Terkendali 10 Provinsi Nihil Kasus Baru
istimewa
Petugas BNPB menggiring ternak sapi. Satgas Klaim PMK Terkendali 10 Provinsi Nihil Kasus Baru 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) semakin terkendali. 

Hal ini ditandai oleh jumlah provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa yang tidak ada kasus baru (zero case). 

Dari hari ke hari, wilayah yang melaporkan tidak ada tambahan kasus baru PMK.

Data Senin (28/11/2022) 10 dari 26 provinsi tercatat tidak ada kasus baru. Yaitu Provinsi Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, DKI Jakarta, dan Kepulauan Riau. 

Selain itu, 172 dari 209 kabupaten/kota, 1.773 dari 2.778 kecamatan, dan 10.840 dari 14.213 desa melaporkan tidak ada kasus baru PMK

Satuan Tugas (Satgas) PMK menargetkan, akhir tahun ini tidak ada kasus baru PMK.

Ketua Koordinator Pengendalian Operasi Satgas Penanganan PMK Brigjen TNI Lukmansyah menyampaikan, saat ini ada enam provinsi dengan kasus aktif atau belum sembuh tertinggi. 

Provinsi Jawa Tengah dengan 16.418 kasus, Jawa Timur sebesar 5.736 kasus, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebanyak 7.653, DI Yogyakarta 3.965, Sulawesi Selatan 3.361, dan Sumatera Barat 1.569. 

Lukmansyah mengajak berbagai pihak di tingkat nasional dan daerah untuk bersinergi dan berkolaborasi mengendalikan kasus PMK

"Terutama melakukan lima strategi yang berlaku secara nasional. Kelima strategi tersebut adalah vaksinasi, biosekuriti, testing, pengobatan, dan potong bersyarat," kata Lukmansyah.

Sementara itu Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian(Kementan) terus menggenjot vaksinasi. 

Baca juga: Kepala BNPB Soroti Kasus PMK di Jatim: Capaian Vaksinasi Tinggi Tapi Tingkat Kesembuhan Rendah

Selain menggunakan vaksin lokal PMK buatan pusat veteriner farma di Surabaya, Jawa Timur vaksinasi memakai vaksin impor sebanyak 29,6 juta dosis dari tujuh negara.

Menurut Direktur Kesehatan Hewan, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Nuryani Zainuddin, jumlah vaksin impor itu sesuai hasil kesepakatan dalam rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo(Jokowi). Proses pemasukan ditargetkan selesai November 2022 ini.

Laporan harian kasus baru PMK juga terus menurun. Per Senin(28/11/2022) jumlah kasus PMK sebanyak 581.885 ekor. 

Dari jumlah itu, 517.650 ekor sembuh, 13.678 ekor dipotong bersyarat, 10.557 ekor mati, dan 40.000 ekor belum sembuh. Cakupan vaksinasi kini menembus angka 7.244.662 dosis.(Willy Widianto)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas