Tribun

Gempa Berpusat di Cianjur

Sambut Baik Bantuan Perbaikan Rumah Bagi Korban Gempa Cianjur, Warga: Semoga Enggak 'Disunat'

Korban gempa Cianjur, Muhammad Rizki (23) menyambut baik janji pemerintah yang akan memberikan bantuan perbaikan rumah yang hancur.

Penulis: Abdi Ryanda Shakti
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Sambut Baik Bantuan Perbaikan Rumah Bagi Korban Gempa Cianjur, Warga: Semoga Enggak 'Disunat'
Tribunnews.com/ Abdi Ryanda Shakti
Kondisi pengungsian korban gempa Cianjur, Jawa Barat di Kampung Keramat, Legok, Desa Sukamulya Kecamatan Cugenang Cianjur, Jawa Barat yang masih minim bantuan logistik, Selasa (29/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdi Ryanda Shakti

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Korban gempa Cianjur, Muhammad Rizki (23) menyambut baik janji pemerintah yang akan memberikan bantuan perbaikan rumah yang hancur.

Warga Kampung Keramat Legok, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat ini berharp janji yang dilontarkan bukan hanya sekadar janji.

"Alhamdulillah kalau soal bantuan dari Pemerintah itu kami warga kampung benar-benar mengharapkan," kata Rizki saat ditemui Tribunnews.com, Selasa (29/11/2022).

"Ya semoga juga kalau emang benar ada bantuan itu, ya sampai ke warganya juga benar nominalnya, enggak pakai disunat sama orang nggak bertanggungjawab," sambungnya.

Menurutnya, hampir seluruh warga di Kampung Keramat Legok rumahnya hancur karena gempa.

Baca juga: Update Gempa Cianjur Hari Ini: Korban Tewas 327 Jiwa dan Korban Hilang Tambah 13 Orang

Bahkan, tidak sedikit juga yang rumahnya hancur rata dengan tanah.

"Ini dari depan saja enggak keliatan kenapa-kenapa. Tapi kalau dimasukin ke dalamnya hancur semua," jelasnya.

Rizki juga mengatakan hingga saat ini warga lebih memilih tinggal di pengungsian dibanding tinggal di rumah masing-masing.

"Warga di sini masih belum ada yang mau balik ke rumah. Masih trauma, apalagi gempa susulan terus-terusan kan," ungkapnya.

Baca juga: 347 Organisasi Relawan Terlibat Bantu Tanggap Bencana Gempa Bumi Cianjur

Keluhkan Bantuan Logistik Minim

Rizki pun mengeluhkan bantuan yang masih belum merata.

"Di sini kami warga belum sama sekali dapat bantuan dari pemerintah. Bantuan cuma dapat dari relawan," kata Rizki.

Rizki juga mengeluhkan obat-obatan yang menipis meski ada tim medis dari relawan.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas