Tribun

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Berkaca pada Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jatim Pesan Jangan Ada Lagi Gas Air Mata Kedaluwarsa 

Belajar dari Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jatim pesan jangan ada almatsus di satker Polda Jatim yang habis masa kedaluarsanya sebelum digunakan.

Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Berkaca pada Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jatim Pesan Jangan Ada Lagi Gas Air Mata Kedaluwarsa 
Kolase Tribunnews/Suryamalang.com
Kolase foto gas air mata saat Tragedi Kanjuruhan dan Muhammad Iqbal Maulana (17) satu di antara puluhan ribu suporter yang selamat dari tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Belajar dari Tragedi Kanjuruhan, Kapolda Jatim pesan jangan ada almatsus di satker Polda Jatim yang habis masa kedaluarsanya sebelum digunakan. 

TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto mengecek langsung peralatan khusus (alsus) dan Alat Material Khusus (Almatsus) yang digunakan oleh masing-masing satuan kerja (Satker) Polda Jatim.

Alsus dan Almatsus yang dimiliki satker Polda Jatim, di antaranya kendaraan Operasional 80 unit, Forensik 12 unit, Persenjataan 8.570 item, Penginderaan 26 perangkat, TIK 14.777 unit, Transnational Crime 7 item, dan alat peralatan keamanan (Alpakam) 28.619 item.

Dari seluruh Alsus dan Almatsus, yang menjadi perhatian Irjen Pol Toni Harmanto adalah senjata pelontar gas air mata. Mengapa ?

Pengalaman penanganan massa suporter dalam insiden kerusuhan yang menewaskan 135 orang kalangan suporter termasuk anggota Polri, hingga disebut sebagai Tragedi Kanjuruhan, Malang, adalah alasannya.

"Kita dapat mempelajari dari kejadian Kanjuruhan yang menjadi salah satu perhatian yakni ada gas air mata yang kedaluarsa, sehingga jangan sampai ada almatsus di satker Polda Jatim yang habis masa kedaluarsanya sebelum digunakan," ujar Irjen Pol Toni Harmanto yang juga mantan Kasat Serse Polres Serang Polda Jabar itu, Rabu (30/11/2022).

Apabila ada usulan atau masukan evaluasi dari anggota yang di lapangan terkait alsus dan almataus yang dibutuhkan saat bertugas, para kasatker agar melakukan pengkajian dan mengajukan pada pimpinan.

"Polda Jatim melaksanakan gelar alsus artinya kita mengevaluasi kembali dan melihat kembali sambil sharing dengan para pejabat dengan satker satu dengan yang lain. Karena belum tentu semua pejabat ini tau peralatan almatsus yang dimiliki satker lain," lanjut mantan Direktorur Ditreskrimum Polda Metro Jaya itu.

Baca juga: Hasil Autopsi 2 Jenazah Korban Tragedi Kanjuruhan, Dokter Forensik: Ada Kekerasan Benda Tumpul 

Melalui pengecekan yang dilakukan pihaknya kali ini. Irjen Pol Toni Harmanto berharap, setiap jajaran satker dapat memberi hasil evaluasi dari segala sisi mengenai efektivitas peralatan yang akan digunakannya.

"Kedua evaluasi penggunaan juga sambil nanti akan memberi masukan pada satuan atas. Artinya peralatan peralatan ini kan ada yang diberikan kepada kita, dari top down ada juga yang bottom up kita memberikan acuan usulan. Ini yang perlu dikomunikasikan sehingga peralatan termanfaatkan semua," harapnya.

"Berikutnya batasan waktu, latsus inikan ada beberapa masa pakai. Ini yang perlu dikaji lagi supaya penggunaan ini memang termanfaatkan pada masanya sehingga tidak lagi lewat waktu. Saya mengatakan lebih baik rusak karena dipakai daripada rusak tidak dipakai karena masa waktu yang sudah habis," pungkasnya

LPSK membeberkan detik-detik gas air mata ditembakkan saat tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Berikut hasil investigasi LPSK.
LPSK membeberkan detik-detik gas air mata ditembakkan saat tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022. Berikut hasil investigasi LPSK. (Tangkap layar KompasTV)

Artikel ini telah tayang di SuryaMalang.com dengan judul Kapolda Jatim: Jangan Sampai Ada Lagi Gas Air Mata Kedaluwarsa

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas