Tribun

Helikopter Polri Jatuh di Belitung

TNI AL Fokus Pencarian di dalam Laut pada Operasi SAR Helikopter Polri yang Jatuh di Belitim

Kedua, kata dia, di area kedua tempat munculnya barang-barang yang diduga serpihan atau dari helikopter.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Malvyandie Haryadi
zoom-in TNI AL Fokus Pencarian di dalam Laut pada Operasi SAR Helikopter Polri yang Jatuh di Belitim
Tribunnews.com/Gita
Danpushidrosal Laksamana Madya TNI Nurhidayat di Mako Pushidrosal Ancol Jakarta Utara pada Kamis (1/12/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Gita Irawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komandan Pushidrosal Laksamana Madya TNI TNI Nurhidayat mengatakan timnya fokus melakuakan pencarian di dalam laut dalam operasi SAR Helikopter NBO–105 dengan nomor registrasi P-1103 milik Polri yang jatuh di Perairan Buku Limau, Belitung Timur, Minggu (27/11/2022).

Ia menjelaskan sejumlah area yang menjadi fokus timnya dalam operasi tersebut.

Upaya tersebut, kata dia, di antaranya adalah dengan mencari di posisi helikopter hilang kontak.

Kedua, kata dia, di area kedua tempat munculnya barang-barang yang diduga serpihan atau dari helikopter.

Baca juga: Update Korban Helikopter Polri Jatuh di Belitung Timur, 3 Kru Ditemukan, 1 Korban Masih Dicari

Ketiga, kata dia, mencari di jalur arus melalui rekayasa arus berdasarkan data yang ada.

"Sehingga kami fokusnya di dasar lautnya. Kalau Polisi dan teman-teman yang melakukan SAR di permukaannya. Kami konstsentrasi di bawah," kata Nurhidayat di Mako Pushidrosal Ancol Jakarta Utara pada Kamis (1/12/2022).

Nurhidayat menjelaskan sejumlah tantangan yang dihadapi dalam upaya pencarian bangkai helikopter tersebut.

Tantangan tersebut di antaranya adalah terkait perubahan arus.

Selain itu, yakni material helikopter yang cenderung sulit terdeteksi apabila pecah berkeping-keping.

"Kalau heli itu cenderung karena dia gampang bergerak akhirnya dibuat kaca supaya bisa dilihat penggunaan kaca itu yang kami juga menyulitkan untuk diambil karena kalau kita menggunakan magneto meter yang kena itu metalnya. Metalnya heli kecil," kata dia.

"Kita semua berdoa mudah2an cepat selesai karena pencarian ini memang tidak luas daerahnya. Di daerah itu ada beberapa pulau," lanjut dia.

Diberitakan sebelumnya TNI Angkatan Laut (TNI AL) melalui jajarannya Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) mengerahkan empat alat canggih untuk membantu Search and Rescue (SAR) Helikopter NBO–105 dengan nomor registrasi P-1103 milik Polri yang jatuh di Perairan Buku Limau, Belitung Timur, Minggu (27/11/2022).

Pertama adalah Multibeam Ecosounder T50P yang digunakan untuk membaca kedalaman dan pendeteksian fitur-fitur bawah air.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas