Tribun

Nadiem Makarim: Merdeka Belajar Cetak Inovasi untuk Hadapi Krisis Iklim

Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan pihaknya terus menyuarakan tentang pentingnya pendidikan untuk dapat menjawab tantangan krisis iklim.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Nadiem Makarim: Merdeka Belajar Cetak Inovasi untuk Hadapi Krisis Iklim
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah aktivis melakukan aksi menyuarakan atas urgensi penanganan mitigasi krisis iklim saat Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (13/11/2022). Dalam aksinya, mereka mengkritisi acara G20 yang lebih mengedepankan kepentingan segelintir dalam model ekonomi usang berbasis PDB yang secara sistematis menggerus bumi dan memperburuk krisis iklim. Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan pihaknya terus menyuarakan tentang pentingnya pendidikan untuk dapat menjawab tantangan krisis iklim.TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan pihaknya terus menyuarakan tentang pentingnya pendidikan untuk dapat menjawab tantangan krisis iklim.

Menurut Nadiem Makarim, para akademisi selama ini berupaya mencari solusi perubahan iklim di dunia.

"Untuk menghadapi tantangan dunia terbesar saat ini, yaitu perubahan iklim, kita memerlukan gotong royong dari para ilmuwan, insinyur, aktivis, dan masih banyak pihak untuk bersama bergerak menjemput bola dan mencari solusi dengan cepat," ujar Nadiem Makarim melalui keterangan tertulis, Rabu (7/12/2022).

Nadiem Makarim mengatakan skema kebijakan Merdeka Belajar pada pendidikan vokasi menyediakan solusi menghadapi krisis iklim.

Berbagai inovasi, kata Nadiem Makarim, telah dihadirkan oleh pendidikan vokasi di Indonesia.

"Merupakan prioritas kami untuk bisa menjawab kebutuhan zaman, termasuk di dalamnya mempersiapkan SDM unggul yang mampu menciptakan solusi akan krisis iklim," ucap Nadiem Makarim.

"Misalnya, dalam inovasi kendaraan listrik, kami menilai hal ini prioritas, oleh karena itu skema kebijakan kami di pendidikan vokasi dirancang untuk dapat mendorong inovasi-inovasi penciptaan teknologi terkait baik dari hulu hingga hilirisasi produk," tambah Nadiem Makarim.

Inovasi-inovasi nyata karya anak bangsa untuk menangani krisis iklim, kata Nadiem Makarim, semakin terakselerasi cepat.

Dirinya mengungkapkan insan pendidikan, mulai dari tingkat SMK, dan perguruan tinggi vokasi mendukung upaya penanganan krisis iklim yang berkelanjutan dengan penerapan prinsip green economy di dalamnya.

Baca juga: Sekjen AMAN: Masyarakat Adat Menjadi Solusi Terbaik untuk Menanggulangi Krisis Iklim di Dunia

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas