Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bacakan Pleidoi, Ferdy Sambo Tak Akui Beri Perintah Menembak Brigadir J Kepada Bharada E

Ferdy Sambo mengakui adanya penembakan terhadap ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. 

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ashri Fadilla
Editor: Johnson Simanjuntak
zoom-in Bacakan Pleidoi, Ferdy Sambo Tak Akui Beri Perintah Menembak Brigadir J Kepada Bharada E
Tribunnews/JEPRIMA
Bacakan Pleidoi, Ferdy Sambo Tak Akui Beri Perintah Menembak Brigadir J Kepada Bharada E 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ferdy Sambo mengakui adanya penembakan terhadap ajudannya, Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J

Penembakan itu dilakukan oleh ajudannya yang lain, Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E

Pengakuan itu dilayangkannya dalam sidang agenda pembacaan pleidoi atau nota pembelaan pada Selasa (24/1/2023). 

Namun, dirinya masih tak mengakui memberi perintah kepada Richard untuk menembak Yosua. 

Dalam pleidoinya, Ferdy Sambo masih bersikukuh pada ucapan "hajar" yang diserukannya kepada Richard.

"Seketika itu juga terlontar dari mulut saya 'Hajar Chad! Kamu hajar Chad!'” kata Sambo menjelaskan kepada Majelis Hakim. 

Menurut Ferdy Sambo, perintah hajar itu kemudian diartikan lain oleh Richard.

Rekomendasi Untuk Anda

"Richard lantas mengokang senjatanya dan menembak beberapa kali
kearah Yosua," ujarnya. 

Peluru dari senjata Richard pun kemudian menembus tubuh Yosua dan membuatnya terjatuh. 

Peristiwa itu disebut Sambo berlalu dengan cepat. 

Dia pun tersadar dan lantas menghentikan Richard.

"'Stop! Berhenti!' Saya sempat mengucapkannya berupaya menghentikan tembakan Richard dan sontak menyadarkan saya bahwa telah terjadi penembakan oleh Richard Eliezer yang dapat mengakibatkan matinya Yosua," kata Sambo. 

Kemudian dia segera keluar mencari ajudannya yang lain, Prayogi untuk memanggil ambulans. 

Setelahnya, dia memutuskan untuk mengatasi keadaan dengan melindungi Richard.

"Saya begitu panik, namun harus segera memutuskan apa yang mesti dilakukan
untuk mengatasi keadaan tersebut terutama untuk melindungi Richard Eliezer pasca terjadinya peristiwa penembakan." 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas