Sejarah Hari Persandian Nasional 2023 yang Diperingati Tiap 4 April
Sejarah peringatan Hari Persandian Nasional 2023, yang diperingati tiap 4 april, sebagai cikal bakal lahirnya Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Penulis:
Muhammad Alvian Fakka
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Dari sejarah itulah maka 4 April ditetapkan sebagai Hari Lahir Persandian Republik Indonesia yang kini tetap dilestarikan.
Dinas Kode kemudian mengalami beberapa perubahan nama, di antaranya:
a. Djawatan Sandi
Berdasarkan keputusan Kementerian Pertahanan Nomor 11/MP/1949 Tanggal 2 September 1949, Dinas Kode berubah nama menjadi Djawatan Sandi.
Pergantian nama, Djawatan Sandi juga mencakup tanggung jawab yang lebih luas.
Pada masa Djawatan Sandi di tahun 1950, sistem pendidikan sandi disempurnakan hingga menjadi lebih sistematis dan terstruktur.
Yaitu dengan menggunakan kurikulum dan kaidah-kaidah sebagaimana pendidikan formal.
Melalui jenjang pendidikan di masa itu yang tersedia ialah pendidikan Sandiman dan Juru Sandi.
Baca juga: Ekonomi Digital Indonesia Tumbuh Cepat, Tapi Belum Siap Hadapi Serangan Siber
Kemudian di tahun 1969 dibuka pendidikan Ahli Sandi Gaya Baru, yang menggunakan kurikulum gabungan Pendidikan Ahli Sandi Brevet A dan Pendidikan sandiman.
Seiring dengan terus berkembangnya kebutuhan dan tanggung jawabnya, melalui SK Presiden RIS Nomor 65/1950 bertangal 14 Februari 1950.
Lingkup penugasan Djawatan Sandi yang semula berada di bawah Menteri Pertahanan dan hanya melayani lingkungan Kementerian Pertahanan dan Angkatan Perang.
Berubah menjadi berada langsung di bawah Presiden melayani seluruh kementerian yang ada saat itu.
Berdasarkan Keppres Nomor 7/1972 bertanggal 22 Februari 1972, nama Djawatan Sandi berubah menjadi Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg).
b. Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg)
Pada 1973, pendidikan Ahli Sandi Gaya Baru tersebut dinyatakan secara de facto sebagai Akademi sandi Negara.
Baca tanpa iklan