Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Profil Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, Pendiri Perguruan Taman Siswa

Profil Bapak Pendidikan Nasional Indonesia Ki Hadjar Dewantara, yang merupakan seorang wartawan dan pencetus berdirinya Perguruan Taman Siswa

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: muhammad abdillahawang
Editor: Sri Juliati
zoom-in Profil Ki Hadjar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional, Pendiri Perguruan Taman Siswa
LP3M UST
Profil Bapak Pendidikan Nasional Indonesia Ki Hadjar Dewantara, yang merupakan seorang wartawan dan pencetus berdirinya Perguruan Taman Siswa. Ki Hadjar Dewantara. 

TRIBUNNEWS.COM - Berikut profil Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, Ki Hadjar Dewantara.

Peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap 2 Mei tidak dapat dilepaskan dari sosok Ki Hadjar Dewantara.

Hari Pendidikan Nasional diperingati untuk mengenang jasa-jasa Ki Hadjar Dewantara dalam bidang pendidikan Indonesia.

Sosok Ki Hadjar Dewantara

Ki Hadjar Dewantara bernama lengkap Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.

Bapak Pendidikan Nasional tersebut lahir di Pakualaman, Yogyakarta pada 2 Mei 1889.

Ki Hadjar Dewantara berasal dari lingkungan keluarga Kadipaten Pakualaman, putra dari GPH Soerjaningrat, dan cucu dari Pakualam III.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menamatkan pendidikan dasar di ELS (Sekolah Dasar Eropa/Belanda).

Baca juga: 25 Link Twibbon Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas 2023, Simak Cara Buat dan Bagikan ke Medsos

Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera), tetapi tidak sampai tamat karena sakit.

Ki Hadjar Dewantara merupakan seorang penulis, wartawan, dan tokoh yang aktif di organisasi pemuda pada masa kolonial Belanda.

Ia bekerja sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar antara lain, Sediotomo, Midden Java, De Expres, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara.

Pada masanya, ia tergolong penulis andal.

Tulisan-tulisannya komunikatif dan tajam dengan semangat antikolonial.

Melalui tulisannya, Ki Hadjar Dewantara terkenal sering mengeluarkan kritikan-kritikan pedas pada pemerintah Hindia Belanda atas tindakan sewenang-wenangnya terhadap orang-orang pribumi.

Dikutip dari TribunBatam.id, akibat kritikan dan tulisannya yang pedas, ia kemudian diasingkan ke Bangka lalu dipindahkan ke Belanda bersama dua rekannya Douwes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas