Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Profil Thomas Djamaluddin, Peneliti BRIN Atasan Andi Pangerang, Lulusan Kyoto University

PP Muhammadiyah berharap Thomas Djamaluddin, atasan Andi Pangerang, juga turut ditangkap karena dinilai sebagai pemicu kasus ujaran kebencian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Profil Thomas Djamaluddin, Peneliti BRIN Atasan Andi Pangerang, Lulusan Kyoto University
DOK. Thomas Djamaluddin/TRIBUNNEWS.com Irwan Rismawan
Peneliti BRIN, Thomas Djamaluddin dan Andi Pangerang. PP Muhammadiyah berharap Thomas Djamaluddin, atasan Andi Pangerang, juga turut ditangkap karena dinilai sebagai pemicu kasus ujaran kebencian. 

Menurut akun LinkedIn-nya, Thomas menyelesaikan studi S2 dan S3-nya tahun 1994.

Sejak 2009 hingga saat ini, ia bertugas sebagai Profesor Riset Astronomi-Astrofisika di LAPAN-Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selama kariernya di LAPAN-BRIN, Thomas pernah menjadi Kepala Pusat Penerapan Ilmu Atmosfer dan Iklim (2007-2013); Deputi Bidang Ilmu, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan (2011-2014); dan Kepala LAPAN (2014-2021).

Di LAPAN-BRIN, jabatan Thomas saat ini adalah Peneliti Ahli Utama di Pusat Riset Antariksa.

Peneliti BRIN Profesor Thomas Djamaluddin
Peneliti BRIN Profesor Thomas Djamaluddin (Tangkapan layar Bimas Islam Kemenag)

Baca juga: Perjalanan Kasus Andi Pangerang, Sempat Minta Maaf, Jadi Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara

Ia berpangkat Pembina Utama dengan golongan IV/e, dilansir situs resmi BRIN.

Saat ini, Thomas Djamaluddin tergabung sebagai anggota Himpunan Astronomi Indonesia (HAI), International Astronomical Union (IAU), National Committe di Committe on Space Research (COSPAR), dan anggota Badan/Tim Hisab Rukyat (BHR) juga Tim Unifikasi Kalender Hijriyah Indonesia Kementerian Agama (Kemenag).

Thomas juga pernah aktif di BHR Provinsi Jawa Barat.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia pernah meraih sejumlah penghargaan atas dedikasinya di dunia astronomi, yaitu:

- Satya Lancana Karya Satya 10 Tahun dari Presiden RI (1999);

- Satya Lancana Karya Satya 20 Tahun dari Presiden RI (2007);

- Penghargaan Terbaik I Diklatpim II dari LAN (2007);

- Profesor Riset dari LIPI (2009);

- Penghargaan Elshinta dari Radio Elshinta (2012);

- Penghargaan Terbaik III Diklatpim II dari LAN (2012);

- Penghargaan Sarwono dari LIPI (2013);

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas