Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

KPK Dalami Dugaan Pengurusan Perkara di MA yang Dilakukan Hasbi Hasan dan Dadan Tri Yudianto

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengungkapkan aliran uang Rp11,2 miliar untuk mengurus perkara yang diduga melibatkan Sekretaris MA Hasbi Hasan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in KPK Dalami Dugaan Pengurusan Perkara di MA yang Dilakukan Hasbi Hasan dan Dadan Tri Yudianto
Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri saat dijumpai awak media di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (13/1/2023). 

"Fakta hukum ini didukung barang bukti nomor 75 sampai dengan 81 berupa 7 (tujuh) lembar asli bukti setoran BCA tanggal 28 Maret 2022 sampai dengan 8 September 2022, No Rekening: 418-036937-1, nama pemilik rekening: Dadan Tri Yudianto, nama penyetor: Heryanto Tanaka dengan jumlah setoran keseluruhan sebesar Rp11,2 miliar," kata jaksa dalam surat tuntutan pidana terhadap Yosep Parera dan Eko Suparno.

Dalam persidangan, Tanaka membantah jika dirinya melakukan pengurusan perkara pidana atas nama Budiman Gandi Suparman kepada Hasbi Hasan selaku Sekretaris MA melalui Dadan. 

Tanaka mengklaim uang Rp11,2 miliar itu terkait kerja sama investasi dengan Dadan.

Baca juga: KPK Bakal Panggil Windy Idol Terkait Kasus Sekretaris MA Hasbi Hasan dan Dadan Tri Yudianto

Namun, jaksa KPK tidak percaya begitu saja lantaran kerja sama investasi dimaksud tidak dituangkan dalam bentuk sebuah surat perjanjian yang dibuat di hadapan notaris. 

Terlebih nominalnya terbilang besar.

Kerja sama itu hanya dibuat di antara kedua pihak dimaksud tanpa melibatkan notaris dan saksi-saksi.

"Oleh karenanya, menurut penuntut umum dalih kerja sama investasi antara Heryanto Tanaka dengan Dadan Tri Yudianto haruslah dikesampingkan karena uang Rp11,2 miliar tersebut tidak digunakan untuk kerja sama investasi melainkan bertujuan untuk pengurusan perkara nomor: 326 K/Pid/2022 atas nama Budiman Gandi Suparman kepada Hasbi Hasan selaku Sekretaris Mahkamah Agung RI," ujar jaksa.

Rekomendasi Untuk Anda

Pada 5 April 2022, majelis hakim kasasi mengabulkan kasasi dari penuntut umum Kejaksaan Negeri Semarang dan menjatuhkan putusan pidana 5 tahun penjara terhadap Budiman. 

Putusan itu diwarnai pendapat berbeda atau dissenting opinion dari Hakim Agung Prim Haryadi.

Pengurusan perkara ini menyeret Hakim Agung Gazalba Saleh sehingga ia diproses hukum oleh KPK. 

Gazalba masuk ke dalam majelis hakim kasasi yang memvonis Budiman dengan pidana 5 tahun penjara.

Setelah itu, Dadan menghubungi Yosep dan memberi tahu perkara nomor: 326 K/Pid/2022 atas nama Budiman Gandi Suparman telah diputus sesuai permintaan.

Dalam persidangan, Hasbi membantah jika Dadan menemui dirinya untuk membicarakan pengurusan perkara atas nama Budiman. 

Menurut jaksa, hal itu bertentangan dengan pengakuan Yosep yang menyatakan Dadan memiliki hubungan dekat dengan Hasbi.

Yosep menjelaskan pada saat Hasbi diperiksa sebagai saksi melalui aplikasi Zoom adalah orang yang sama dengan orang yang ada di video call oleh Dadan sekitar Maret 2022. 

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas