Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perayaan Hari Raya Kuningan 2023, Ini Penjelasan dan Maknanya

Perayaan hari Raya Kuningan 2023 diperingati 12 Agustus 2023, ini makna penting dari perayaan Hari Raya Kuningan menurut umat Hindu.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Daryono
zoom-in Perayaan Hari Raya Kuningan 2023, Ini Penjelasan dan Maknanya
Tribun Bali/Rizal Fanany
Hari Raya Kuningan - Perayaan hari Raya Kuningan 2023 diperingati 12 Agustus 2023, ini makna penting dari perayaan Hari Raya Kuningan menurut umat Hindu. 

Sarana ini berbentuk bulat seperti periasi, dirajut dengan indah dari bahan daun kelapa muda atau janur, menyimbolkan sebuah tameng yang menjadi perisai dalam perang.

Tamiang sering dimaknai sebagai simbol perlindungan diri karena bentuknya seperti perisai. 

Bentuknya yang bulat dipahami juga sebagai lambang Dewata Nawa Sanga yang merupakan penguasa sembilan arah mata angin.

Selain itu ada juga sesajen yang lain, yaitu endongan yang berbentuk seperti tas dan berisi bekal.

Hal ini menjadi simbol bekal bagi para leluhur, bekal kita dalam mengarungi kehidupan ke depan, dan bekal yang lain ampuh adalah jnana atau pengetahuan.

Baca juga: 20 Twibbon Hari Raya Galungan dan Kuningan 2023, Dapat Dibagikan di Media Sosial

Saat perayaan Hari Raya Kuningan, manusia diharapkan untuk selalu sadar dan bisa mawas diri sebagai wujud ketakwaannya pada Yang Maha Kuasa.

Sebelum perayaan Hari Raya Kuningan, umat Hindu juga melaksanakan Hari Raya Galungan terlebih dahulu.

Rekomendasi Untuk Anda

Hari Raya Galungan dilaksanakan 10 hari sebelum Hari Raya Kuningan.

Sehingga Hari Raya Kuningan merupakan satu rangkaian dengan Hari Raya Galungan sebagai bentuk kemenangan dharma melawan adharma yang pemujaannya ditujukan kepada para Dewa dan Pitara untuk turun melaksanakan penyucian serta mukti.

Upacara ini disyaratkan dilaksanakan pada pagi hari.

Baca juga: Ucapan Selamat Hari Raya Galungan dengan Bahasa Bali dan Bahasa Indonesia

Pelaksanaan upacara tidak boleh dilaksanakan jika matahari sudah condong ke barat.

Hal ini dipercaya sebagai waktu Ida Sanghyang Widhi Wasa memberkahi dunia.

Sejak pukul 00.00 - 12.00, Ida Sanghyang Widhi Wasa memberikan manusia berkah yang luar biasa.

Jika sudah lewat waktu itu, maka energi alam juga akan menurun.

Kata Kuningan memiliki makna “kauningan” yang berarti mencapai peningkatan spiritual dengan cara introspeksi agar terhindar dari mara bahaya.

Filosofi, simbol dan makna dalam upacara Hari Raya Kuningan yakni sebagai simbol perlindungan diri.

Makna dari Kuningan dalam perayaan ini berarti mengadakan janji atau pemberitahuan/nguningang baik kepada diri sendiri maupun kepada Ida Sanghyang Parama Kawi.

(Tribunnews.com/Oktavia WW)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas