Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pelajar Asal Indonesia Kembangkan Software untuk Nelayan Berlayar Tanpa Solar

Siswa Jakarta Intercultural School (JIS) Jefferson Sunjoto mengembangkan perangkat lunak atau software yang memadukan tenaga angin dan tenaga surya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Pelajar Asal Indonesia Kembangkan Software untuk Nelayan Berlayar Tanpa Solar
istimewa
Siswa Jakarta Intercultural School (JIS) Jefferson Sunjoto. 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Siswa Jakarta Intercultural School (JIS) Jefferson Sunjoto mengembangkan perangkat lunak atau software yang memadukan tenaga angin dan tenaga surya untuk menggerakkan perahu berlayar tanpa menggunakan solar.

Melalui inovasi ini, nelayan bisa melaut tanpa tergantung pada ketersediaan bahan bakar solar yang harganya terus naik.

"Teknologinya memang mahal di awal, tetapi banyak penghematan di akhir karena perahu bisa bergerak tanpa bahan bakar solar. Keuntungan lain, tak ada polusi," kata Jeff.

Hal tersebut diungkapkan oleh Jeff usai presentasi hasil penelitiannya dalam acara Jakarta Scholar Symposium (JSS) yang digelar di Soehana Hall, Energy Building Jakarta.

Jefferson merupakan salah satu siswa dari 10 siswa yang berpartisipasi dalam JSS Volume II tahun ini yang bertema 'Computing for the Future'.

Kesepuluh siswa tersebut berasal dari sekolah Internasional Jakarta Intercultural School (JIS) dan British School Jakarta (BSJ).

Rekomendasi Untuk Anda

Dirinya menuturkan ide penelitian berawal dari sebuah artikel tentang kapal cargo yang bergerak dengan tenaga angin. Disebutkan kalau teknologi itu akan menjadi trend di masa depan.

"Lalu saya terpikir untuk membuat teknologi yang tidak saja menggunakan tenaga angin, tetapi juga memanfaatkan sinar matahari melalui solar system sebagai 'back up' jika laut tiba-tiba hujan sehingga tidak ada angin," ujarnya.

Seluruh perangkat yang dibuat Jeff tidak digunakan secara manual untuk menggerakkannya, tetapi memanfaatkan teknologi komputer.

Setiap data dimasukkan ke komputer, sehingga perahu bisa bergerak secara otomatis.

Ia membandingkan keuntungan jika menggunakan energi angin dibanding energi solar.

Pertama, nol polusi karena tidak pakai bahan bakar solar. Kedua, hemat biaya karena tidak perlu beli solar.

"Program perputaran layar dibuat untuk selalu memaksimalkan energi dan kekuatan. Kecepatan kapal bervariasi, bisa mencapai 20-25 knots atau 23-29 mph tergantung arah angin," kata anak lelaki yang akrab dipanggil Jeff tersebut.

Sedangkan kapal dengan penggunaan solar, lanjut Jeff, menghasilkan 130 ton karbondioksida (Co2). Jumlah itu 26 kali lebih tinggi dari karbondioksida yang dihasilkan sebuah mobil.

Baca juga: Rabu Depan, Pemerintah Akan Tentukan Renovasi Stadion JIS

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas