Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Akibat Polusi, Kasus ISPA dan Pneumonia Meningkat Hingga 200 Ribu Kasus

Kemenkes mengungkapkan kemunculan polisi udara di Jabodetabek, menunjukkan adanya peningkatan kasus infeksi saluran napas atas (ISPA) dan Pneumonia.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Akibat Polusi, Kasus ISPA dan Pneumonia Meningkat Hingga 200 Ribu Kasus
Tribunnews.com/Rina Ayu
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kemunculan polisi udara di Jabodetabek, menunjukkan adanya peningkatan kasus infeksi saluran napas atas (ISPA) dan Pneumonia.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI Maxi Rein Rondonuwu.

"Data survelens kami, ada peningkatan kasus ISPA di puskesmas dan rumah sakit di Jabodetabek. Perbulannya rata-rata di atas 200 ribu kasus," ungkapnya pada konferensi pers di Jakarta, Selasa (28/8/2023).

Lebih lanjut Maxi menjelaskan jika ada beberapa tugas dari Kemenkes dalam menangani kasus polusi ini.

Pertama adalah melakukan edukasi ke masyarakat.

Kedua, upaya pencegahan seperti apa. Ketiga adalah melakukan survelens.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita melakukan deteksi pengukurannya. Tentu tidak hanya kemenkes, bekerja dengan kementerian lainnya," tutur Maxi.

Maxi pun menambahkan, dalam merespon polusi ini, Menteri Kesehatan Budi Gunadi telah Komite Penanggulangan Penyakit Respirasi dan Polusi Udara.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas