Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribun

Jokowi Ingatkan Imbas Perang Rusia-Ukraina pada Harga Pangan, Sebut Impor Gandum Capai 11 Juta Ton

Presiden Joko Widodo mengingatkan terkait dampak perang Rusia vs Ukraina terhadap ketersediaan dan harga pangan di Indonesia, Sabtu (7/10/2023).

Penulis: Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Jokowi Ingatkan Imbas Perang Rusia-Ukraina pada Harga Pangan, Sebut Impor Gandum Capai 11 Juta Ton
Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
Presiden Joko Widodo menghadiri acara Rapimnas Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) yang digelar di Istora Senayan, Jakarta. 

Lantas, ucapan Jokowi itu disambut tepuk tangan dari peserta Rapimnas Samawi.

Namun, Jokowi meminta peserta Rapimnas untuk tidak bertepuk tangan dulu lantaran impor gandum yang mencapai 11 juta ton.

"Jangan tepuk tangan, impor gandum 11 juta ton kita itu, karena kita makan mie dan makan roti, dan bahan lainnya."

"Gandumnya dari mana, karena kita tidak bisa menanam gandum di Indonesia. Tumbuh tapi tidak bisa menghasilkan gandum, 11 juta ton dari mana? 30 persen itu dari Rusia dan Ukraina," ucap Jokowi.

Presiden Joko Widodo menghadiri acara Rapimnas Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/10/2023), sampaikan pesan soal Pemilu 2024.
Presiden Joko Widodo menghadiri acara Rapimnas Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (7/10/2023), sampaikan pesan soal Pemilu 2024. (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

Lantas, Jokowi menyinggung terkait masalah beras imbas perubahan iklim.

"Karena negara penghasil beras sekarang ini terjadi perubahan iklim, kemaraunya panjang, panasnya panjang produksinya, panennya menyusut, termasuk di Indonesia sedikit menyusut."

"Akhirnya yang biasanya mengekspor beras menghentikan ekspornya, tidak mengekspor beras karena dipakai untuk rakyatnya sendiri. Baru saja India stop ekspor beras," jelasnya.

Berita Rekomendasi

Akhirnya, lanjut Jokowi, harga beras di seluruh dunia menjadi naik.

Apalagi setelah India stop ekspor beras, diiringi negara lain,

"Ini kita harus hati-hati mengenai ini," tegas Jokowi.

Selain itu, masalah lain yang harus dihadapi Indonesia, yakni terkait pupuk.

"Dan problem urusan pangan, tetapi juga urusan pupuk, kita bisa memproduksi pupuk sendiri, BUMN punya pabrik pupuk, seingat saya ada limaan."

"Pabrik pupuknya ada, tetapi bahan bakunya pupuk juga berasal dari yang perang tadi," jelas Jokowi.

Oleh sebab itu, Jokowi pun mengingatkan pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan. 

Halaman
123
Sumber: TribunSolo.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
×

Ads you may like.

© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas