Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Derita Error In Persona Pegi Setiawan, Korban Salah Tangkap Polisi

Menurut Susno, untuk menghindari error in persona suatu penanganan kasus adalah sangat gampang, bahkan super gampang. Penyidik Polsek pun, dikatakan

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reynas Abdila
zoom-in Derita Error In Persona Pegi Setiawan, Korban Salah Tangkap Polisi
Tribunnews
Sidang praperadilan Pegi yang sedianya berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Senin (24/6/2024) hari ini, diundur menjadi Senin (1/7/2024) mendatang. 

“Itu sangat-sangat benar tapi apapun juga manakala sudah keliru orang, yang ini sudah salah semua karena dalam hukum pidana harus ada subjek, pelaku. yang ini baru menunjuk kalau pelakunya betul ini, baru ke apakah cara menangkapnya ini benar, cara menahannya benar, cara menyinta benar ini tersangkut hal-hal yang formal,” jelasnya.

Berikutnya masalah prosedur apalagi Pegi Setiawian bukan pelaku yang tertangkap tangan.

Ini adalah persitiwa 8 tahun yang lalu dan baru ditangkap sekarang. 

“Makanya penting panggil periksa, ternyata tidak pernah dipanggil tidak pernah diperiksa. Kemudian setelah itu masukkan dalam datar DPO. Kalau sudah dipanggil dan diperiksa nah, ini tidak pernah ketangkap orangnya, baru diperiksa dulu, setelah diperiksa, ternyata betul semua alat buktinya lengkap, baru tentukan jadi tersangka, kan begitu,” urainya.

Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen (Purn) Susno Duadji usai podcast di Tribun Network, Senin (8/7/2024).
Mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen (Purn) Susno Duadji usai podcast di Tribun Network, Senin (8/7/2024). (Tribunnews.com/Reynas Abdila)

Susno mendesak agar CCTV kasus ini dibuka agar terang menderang.

Terlebih dirinya mendengar anak buah Iptu Rudiana menyebut telah menyita CCTV.

Baca juga: Respons Kapolri Terkait Batalnya Status Tersangka Pegi Setiawan

"Mana sidik jarinya, mana CCTVnya, kenapa CCTV tidak dibuka udah sekian lama disita. Kenapa HP nya disita tidak dibuka, Kenapa darah yang di baju tidak diambil, darah yang di tubuh tidak diambil, kenapa DNA tidak diambil. Ada yang mengatakan DNA ratusan juta, siapa? ga pernah baca. DNA tuh cuma Rp 5 juta. Anggaran polisi enggak cukup, anggaran polisi sudah cukup besar sekarang," pungkas Susno.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas