Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BMKG Jelaskan soal Fenomena Dingin Malam hingga Dini Hari, Minta Masyarakat Tak Panik

BMKG menjelaskan soal fenomena dingin terumata saat malam dan pagi hari, hal itu normal terjadi saat memasuki musim kemarau, masyarakat jangan panik

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in BMKG Jelaskan soal Fenomena Dingin Malam hingga Dini Hari, Minta Masyarakat Tak Panik
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Ilustrasi suhu dingin di malam hingga dini hari. BMKG menjelaskan soal fenomena dingin terumata saat malam dan pagi hari, hal itu normal terjadi saat memasuki musim kemarau, masyarakat jangan panik 

Deputi Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Guswanto mengatakan, suhu dingin adalah fenomena yang rutin terjadi setiap tahun, terlebih pada musim kemarau.

“Orang Jawa menyebutnya mbedhidhing,” kata Guswanto, Minggu (14/7/2024), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: 9 Tips Hadapi Cuaca Panas Akibat Peralihan Musim Hujan ke Musim Kemarau

Ia menyebut, penyebab suhu dingin yang terjadi akhir-akhir ini yakni adanya Angin Monsun Australia.

Guswanto menjelaskan, Angin Monsun Australia ini bertiup dari Australia menuju Asia melewati wilayah Indonesia dan perairan Samudera Hindia.

Sementara itu, Samudera Hindia juga memiliki suhu permukaan laut yang juga relatif rendah atau dingin.

Angin Monsun Australia diketahui bersifat kering dan sedikit membawa uap air, sehingga memengaruhi musim kemarau di Indonesia.

Hal ini membuat sejumlah wilayah yang dilewati Angin Monsun Australia menjadi lebih dingin.

Rekomendasi Untuk Anda

“Apalagi pada malam hari, di saat suhu mencapai titik minimumnya,” ujar Guswanto.

Suhu Dingin di Musim Kemarau 2024 Sampai Kapan?

Guswanto menjelaskan, fenomena suhu dingin akan terus terjadi menjelang puncak musim kemarau di bulan Juli-Agustus 2024.

Suhu dingin yang terjadi belakangan ini terjadi di wilayah bagian selatan khatulistiwa, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Sementara itu, Guswanto juga memprediksi fenomena suhu dingin di sejumlah wilayah Indonesia ini, kemungkinan masih bisa terjadi hingga September 2024.

Terdapat pula beberapa wilayah di Pulau Jawa yang akan merasakan suhu lebih dingin dibandingkan daerah lainnya.

Wilayah tersebut seperti Pegunungan Bromo yang mencakup Bromo, Tengger, dan Semeru. Kemudian Pegunungan Sindoro-Sumbing yang mencakup Wonosobo dan Temanggung di Jawa Tengah serta wilayah Lembang-Bandung, Jawa Barat. (tribun network/thf/KompasTV)

Sumber: Kompas TV
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas