Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengacara Pegi Dibela Eks Wakapolri Oegroseno: Otaknya Meyakinkan!

Eks Wakapolri Oegroseno mengaku salut dengan Toni RM yang mampu membela kliennya, Pegi bebas dari status tersangka sebut otak sang pengacara encer.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pengacara Pegi Dibela Eks Wakapolri Oegroseno: Otaknya Meyakinkan!
Kolase Tribunnews.com
Kolase foto Pengacara Razman Arif Nasution dan Kuasa Hukum Pegi, Toni RM. Eks Wakapolri Oegroseno mengaku salut dengan Toni RM yang mampu membela kliennya, Pegi bebas dari status tersangka sebut otak sang pengacara encer. Dia juga membela Toni RM yang disebut pengacara udik alias kampungan oleh Praktisi hukum Razman Arif Nasution. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Eks Wakapolri, Komjen (Purn) Oegroseno mengaku salut dengan Toni RM yang mampu membela kliennya, Pegi bebas dari status tersangka. 

Dia juga membela Toni RM yang disebut pengacara udik alias kampungan oleh Praktisi hukum Razman Arif Nasution.

Menurut Oegroseno, pengacara Pegi patut diperhitungkan, otaknya meyakinkan. 

Praktisi hukum Razman Arif Nasution menilai sikap kuasa hukum Pegi Setiawan, Toni Raden Mas (RM) terlalu berlebihan setelah memenangkan sidang praperadilan. 

Razman Arif Nasution juga menyebut Toni RM layaknya seorang pengacara udik alias kampungan. 

Menurutnya Toni RM terlalu berlebihan menyinggung, merendahkan dan menghina orang. 

Berbeda dengan Toni, Razman mengaku tak pernah menghina para lawan debatnya meski tak dipungkiri bahwa nada suaranya acapkali terdengar keras.

Rekomendasi Untuk Anda

"Toni kalimatnya suka nyinggung orang, suka merendahkan orang, saya pun keras bicaranya, tapi saya tidak menghina," ujar Razman seperti dikutip dari Intens Investigasi yang tayang pada Senin (15/7/2024). 

Ia pun menambahkan, "Saya boleh berbeda pendapat dengan Susno Duadji, dengan Dedi Mulyadi, tapi saya tidak menghina mereka." 

Menurut Razman, Toni RM menyerang siapapun lawan debatnya membabi buta. 

Toni, lanjut Razman, sampai tega menghina seorang jenderal. 

"Jenderal itu marah dan kita pun marah. Marah dalam pengertian ya kita tuh kurang nyaman," ujarnya. 

Baca juga: Gebrakan Kapolda Jabar Demi Kasus Vina Cirebon Tak Masuk Angin, DPR hingga Mabes Polri Bereaksi

Razman pun menilai perbedaan dirinya dalam berdebat dengan Toni RM

Sebagai seorang akademisi, ia mengaku memiliki ribuan strategi dalam berdebat dengan orang. 

Razman mengklaim juga memiliki referensi yang jelas serta terukur, tetapi tidak pernah digunakan untuk menghina orang. 

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas