Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Program JKN Bantu ODGJ di Griya PMI Surakarta Dapatkan Akses Layanan Kesehatan yang Setara

Program JKN sangat membantu warga Griya PMI Surakarta untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan berupa pengobatan, konseling, hingga terapi.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Program JKN Bantu ODGJ di Griya PMI Surakarta Dapatkan Akses Layanan Kesehatan yang Setara
TRIBUNNEWS/SRI JULIATI
Kepala Seksi Pelayanan Sosial Griya PMI, Eny Wulandari bersama dengan sejumlah warga Griya PMI, Jumat (5/7/2024). Program JKN sangat membantu warga Griya PMI Surakarta untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan berupa pengobatan, konseling, hingga terapi. 

Eny juga mengungkapkan tidak ada perbedaan layanan kesehatan yang didapat warga Griya PMI Peduli meski berstatus sebagai peserta JKN.

"Baik saat di puskesmas maupun di rumah sakit, pelayanan yang kami terima sama saja, tidak ada perbedaan dengan pasien-pasien lain. Semuanya setara," ujar dia.

Peran Serta Pemkot Surakarta

Seorang warga Griya PMI tampak menyuapi warga lansia yang juga tinggal di Griya PMI, Jumat (5/7/2024).
Seorang warga Griya PMI tampak menyuapi warga lansia yang juga tinggal di Griya PMI, Jumat (5/7/2024). (Tribunnews.com/Sri Juliati)

Keikutsertaan para ODGJ dalam program JKN tak lepas dari sinergi Griya PMI dengan Dinas Sosial Kota Surakarta.

Sebagai kepanjangan tangan dari Pemerintah Kota Surakarta, Dinas Sosial memfasilitasi warga Griya PMI agar bisa menjadi peserta JKN.

"Kami lakukan pengajuan secara bertahap bagi ODGJ belum terdaftar program JKN," kata Pekerja Sosial Dinsos Kota Surakarta, Minuk Sri Rejeki.

Program ini, lanjut Minuk, telah berjalan sejak 2015 dan akan terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Untuk mempermudah sekaligus mempercepat pendataan, Dinsos berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Surakarta.

Rekomendasi Untuk Anda

Nantinya, Dukcapil melakukan pengecekan biometrik ODGJ untuk mengetahui identitas mereka.

"Jika terdeteksi sebagai warga Surakarta, kami melakukan koordinasi wilayah sampai ke tingkat kelurahan agar mereka diikutkan dalam program JKN," kata dia.

Namun jika terdeteksi sebagai warga luar Surakarta, maka Minuk akan berkoordinasi dengan dinsos asal ODGJ tersebut.

"Kami pernah menemukan ODGJ yang ketika dicek dari data biometrik ternyata warga Brebes. Langsung kami berkoordinasi dengan Dinsos Brebes dan direspons sangat baik dan dibantu untuk kepengurusan kepesertaan JKN," kata dia.

Sementara bagi ODGJ yang belum terekam dalam Identitas Kependudukan dan tidak diketahui keberadaan keluarganya, dinas akan membuatkan identitas baru dan mendaftarkan mereka sebagai peserta program JKN.

"Alamatnya diikutkan di Griya PMI yang menjadi rumah tinggal bagi mereka. Termasuk bagi ODGJ yang keluarganya diketahui, tapi karena satu dan hal lain mereka tidak mampu merawat sehingga memilih diserahkan ke Griya PMI," jelas dia 

Menurut Minuk, keberadaan program JKN sangat membantu dalam menunjang kesehatan warga Griya PMI.

Terlebih mereka harus rutin meminum obat untuk menjaga kondisi emosi agar tetap stabil. Belum lagi, biaya pengobatan dan perawatan ODGJ tergolong mahal.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas