Jokowi Dikaitkan dengan Mundurnya Airlangga, Ada Invisible Hand di Balik Pengunduran Ketum Golkar?
Presiden Jokowi hingga Invisible Hand dikait-kaitkan dengan pengunduran Airlangga Hartarto tersebut.
Editor: Muhammad Zulfikar
![Jokowi Dikaitkan dengan Mundurnya Airlangga, Ada Invisible Hand di Balik Pengunduran Ketum Golkar?](https://asset-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bank/images/jokowi-dan-airlangga-dasi-kuning-jokowi.jpg)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Airlangga Hartarto mundur sebagai Ketua Umum Golkar.
Airlangga menyampaikan pengunduran diri tersebut dalam rekaman video.
Baca juga: Deretan Pernyataan Jusuf Hamka Mundur dari Golkar, Keluarga Tak Setuju hingga Ingin Jadi Orang Bebas
"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim serta atas petunjuk Tuhan yang maha besar maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP partai Golkar. Pengunduran diri ini terhitung sejak semalam yaitu Sabtu 10 Agustus 2024," kata Airlangga.
Presiden Jokowi hingga Invisible Hand dikait-kaitkan dengan pengunduran Airlangga Hartarto tersebut.
Baca juga: Dulu Sempat Pakai Dasi Kuning, Jokowi Kini Diduga Intervensi Airlangga Mundur sebagai Ketum Golkar
Jokowi Dikait-kaitkan
Sehari sebelum menyatakan mundur dari jabatan, Airlangga sempat bertemu dengan Jokowi, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (9/8/2024).
Airlangga mengenakan batik lengan panjang tiba di Istana pukul 14.07 WIB. Ia sempat melintas di halaman belakang Istana Negara dan menjawab singkat saat ditanya wartawan.
Pertemuan antara Airlangga dan Presiden berlangsung hampir dua jam. Airlangga keluar dari Istana sekitar pukul 15.49 WIB
Airlangga tampak membawa map hitam.
Ia tersenyum sambil mengangkat map tersebut ketika ditanya tentang agenda pertemuan dengan Presiden.
Dilansir Kompas.com, dirinya tak menjawab secara eksplisit saat ditanya perihal pertemuan dengan Jokowi.
Namun, Airlangga menyatakan, pertemuan itu membahas perkembangan perekonomian terkini.
"Update ekonomi tadi," ujarnya.
Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai kursi kepemimpinan Golkar besar kemungkinan akan diduduki oleh salah satu dari dua orang.
Presiden Jokowi atau anaknya yang merupakan wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.