Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Wapres Ma'ruf Amin Yakin Polemik PKB dan PBNU Bisa Diselesaikan

Maruf Amin meyakini polemik antara Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal rampung.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Wapres Ma'ruf Amin Yakin Polemik PKB dan PBNU Bisa Diselesaikan
YouTube Wakil Presiden Republik Indonesia
Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin. 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Presiden Maruf Amin meyakini polemik antara Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) bakal rampung.

Maruf Amin mengatakan konflik merupakan hal biasa di PBNU.

"Ya saya kira itu nanti bisa diselesaikan. Biasa dia itu suka gegeran, akhirnya ger geran," kata Maruf Amin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Sabtu (17/8/2024).

Maruf Amin juga menyampaikan pesan kepada PKB yang akan menggelar Muktamar pada 24-25 Agustus 2024.

"Ya saya kira PKB partai yang berdaulat dan saya berterima kasih dan sangat apresiasi," ujar dia.

Ia mendukung dan berharap Muktamar ke-6 PKB berjalan baik dan menghasilkan sesuatu yang terbaik untuk kehidupan bangsa.

Baca juga: Temui Wapres Maruf Amin, Cak Imin Lapor Ada Keinginan PBNU Intervensi PKB

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Maruf Amin mengaku tidak bisa hadir dalam Muktamar ke-6 PKB itu.

"Saya men-support supaya muktamarnya berhasil, berjalan baik, PKB itu kan salah satu partai yang memang perannya di dalam kehidupan berbangsa ini mempersatukan," ucap Maruf Amin.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar melapor kepada Maruf Amin, bahwa ada keinginan PBNU mengintervensi PKB.

Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Cak Imin itu, saat bertemu Maruf Amin di Rumah Dinas Wapres RI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (15/8/2024).

Baca juga: Dorong Konflik PKB-PBNU Mereda, Tokoh Muhammadiyah Minta Para Kiai Dihormati 

"Kita juga melaporkan bahwa ada keinginan intervensi dari PBNU. Beliau sampaikan 'ya semua harus taat konstitusi Karena PBNU dan PKB dua organisasi yang berbeda, satunya organisasi politik, satunya organisasi kemasyarakatan'," kata Cak Imin.

Pada momen itu, Cak Imin berharap PBNU taat konstitusi.

Sebab, PBNU dan PKB adalah dua entitas yang berbeda.

"Mau taat kepada siapa lagi kalau tidak konstitusi. Yaitu Undang-Undang Partai Politik, Undang-Undang Ormas," ujar Cak Imin.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas