Bahlil Minta Golkar Jangan Main-main dengan Raja Jawa, 'Waduh Ngeri-ngeri Sedap Barang Ini'
Bahlilmengatakan Partai Golkar ke depan berkomitmen untuk kawal pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming
Editor: Eko Sutriyanto
Ia terpilih secara aklamasi setelah mengantongi 100 persen dukungan pemilik hak suara Munas mulai dari DPD tingkat satu dan dua, DPP, dan organisasi pendiri dan sayap partai.
Baca juga: 7 Fakta Jokowi di Munas Golkar, Bicara Putusan MK, Puji Airlangga, hingga Beri Pesan untuk Bahlil
Dalam pidatonya Bahlil menyampaikan beberapa poin yang menjadi visi-misinya sebagai Ketum Golkar.
Mulanya, ia mengaku ingin membuat Golkar menjadi partai yang lebih modern dan maju.
Ia juga akan memperkuat konsolidasi di daerah-daerah.
“Transformasi Partai Golkar menjadi partai modern yang solid dan mengakar untuk menuju kemenangan, dalam konteks itulah kemudian saya bagi menjadi dua untuk kita bisa menang. Ada internal dan ada eksternal,” kata Bahlil.
Bahlil juga mengatakan ingin fokus membentuk struktur kepartaian yang efektif dan efisien.
Ia menyebut tidak ingin membuat struktur partai yang terlalu gemuk.
Menurut Bahlil struktur partai gemuk dapat menurunkan kinerja dan produktivitas partai.
“Saya juga izin dalam forum ini menyampaikan pengurusnya tidak usah terlalu banyak banyak, di bawah seratus (orang). Karena semakin banyak pengurus kita bukan bikin pikir program, kita bikin pengurus,” ucap Bahlil.
Selanjutnya, Bahlil menekankan pentingnya persatuan di internal Partai Golkar.
Oleh karena itu, ia berharap agar tidak ada lagi perpecahan berbagai faksi-faksi di internal partai berlambang pohon beringin itu.
“Misi saya ke depan selain dari apa yang saya sampaikan tadi, adalah kita ingin untuk tidak boleh lagi Golkar ke depan ada faksi A, faksi B, Faksi C. Faksi kita cuma satu, Partai Golkar,“ ungkapnya.
Selain itu, Bahlil menargetkan agar Golkar bisa meraih kemenangan 60 persen di Pilkada 2024 dan menjadi partai nomor satu di Pileg 2029 mendatang.
“Dalam konteks ke depan sampai dengan bulan November kita harus mensukseskan Pilkada 2024 dengan hasil minimal 60 persen. Jadi nanti kita turun di daerah daerah dan saya juga berpikir setiap partai politik itu menjadi ingin menjadi yang terbaik,” ujar Bahlil.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.