Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bappenas: Lansia Dapat Berperan sebagai Subjek Pembangunan

Indonesia berhasil menekan angka kematian dan memperpanjang usia harapan hidup, dengan 11,75 persen dari populasi saat ini berusia lanjut.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Dodi Esvandi
zoom-in Bappenas: Lansia Dapat Berperan sebagai Subjek Pembangunan
HANDOUT
Acara 2024 Asia-Pacific Regional Conference on Population Ageing: Reframing Ageing di Bali, Rabu (11/9/2024). 

Dante menambahkan, Kementerian Kesehatan telah mengembangkan layanan kesehatan primer terpadu yang berfokus pada semua tahap kehidupan, tidak hanya pada ibu dan anak, tetapi juga pada lansia.

“Saya yakin bahwa konferensi ini akan menghasilkan ide-ide segar dan solusi inovatif untuk membantu kita mengembangkan kebijakan yang lebih adaptif dan responsif terhadap penuaan populasi. Bersama-sama, mari kita dorong perubahan paradigma ini, bahwa penuaan bukan sebagai beban, tetapi sebagai peluang. Mari kita tidak lagi takut akan penuaan, tetapi menerimanya sebagai sebuah perubahan atau tujuan untuk berkontribusi dan menjalani hidup secara penuh di usia senja,” tegas Dante.

Under‐Secretary General of the United Nations and Executive Secretary of the United Nations Economic and Social Commission for Asia and Pacific (ESCAP), Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan, tantangan penuaan populasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan solusi dari semua pihak untuk dikelola dengan baik.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Alisjahbana menyarankan pendekatan multidimensi dan holistik, dengan mempromosikan dukungan untuk penuaan aktif dan sehat, serta mendorong partisipasi lansia dalam dunia kerja dan memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas umur produktif mereka.

Baca juga: Bappenas Ungkap Tiga Masalah Utama yang Ancam Masa Depan Bumi: Perubahan Iklim hingga Polusi

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya investasi dalam sistem perawatan kesehatan dan perawatan jangka panjang yang terintegrasi, serta menyoroti perlunya membangun lingkungan sosial yang inklusif dan ramah usia.

"Promosi hubungan antar generasi dan solidaritas adalah elemen kunci untuk masyarakat yang harmonis dan inklusif di masa depan. Kemitraan antara berbagai pemangku kepentingan, pemerintah, sektor swasta, masyarakat sipil, dan individu sangat penting untuk mengubah tantangan penuaan menjadi peluang yang positif dan produktif," ujar dia.

Rekomendasi Untuk Anda
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas