Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

10 Nama Capim Diserahkan Pansel ke Jokowi, Eks Penyidik KPK: Masih Ada yang Perlu Disorot

Menurut mantan Penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap, kerja pansel dalam memilih sosok-sosok capim belum bisa dikatakan sempurna.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 10 Nama Capim Diserahkan Pansel ke Jokowi, Eks Penyidik KPK: Masih Ada yang Perlu Disorot
Tribunnews.com/ Fahmi Ramadhan
Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dan Yudi Purnomo. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Panitia Seleksi (Pansel) telah menyerahkan 10 nama calon pimpinan (capim) dan calon dewan pengawas (cadewas) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Selasa (1/10/2024) siang tadi.

Nantinya Presiden Jokowi akan menyerahkan nama-nama tersebut kepada Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk berikutnya dipilih menjadi pimpinan dan Dewas KPK periode 2024–2029.

Menurut mantan Penyidik KPK Yudi Purnomo Harahap, kerja pansel dalam memilih sosok-sosok capim belum bisa dikatakan sempurna.

Masih ada dari beberapa nama capim KPK yang dikirim pansel ke Presiden Jokowi perlu mendapatkan sorotan, seperti rekam jejaknya.

"Kerja pansel tidak tuntas, masih ada banyak hal yang bisa disoroti dari nama-nama yang lolos mulai dari kinerjanya di masa lalu maupun rekam jejaknya," kata Yudi dalam keterangannya, Selasa (1/10/2024).

Sayangnya Yudi tidak membeberkan nama capim KPK yang perlu mendapatkan sorotan.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia hanya bilang bahwa pansel telah berani memilih 10 capim untuk menjadi nakhoda KPK ke depan. Yudi menyebut pansel telah memiliki pertimbangan matang.

"Tentu ini akan dimintai tanggung jawab jika capim ini juga gagal memberantas korupsi seperti periode pimpinan saat ini. Padahal sebenarnya saya berharap 10 nama yang terpilih sudah klir rekam jejaknya sehingga siapa pun dipilih DPR, tidak perlu was-was," katanya.

Kini, kata Yudi, bola panas pemilihan capim dan Dewas KPK berada di tangan DPR.

Ia berharap dengan anggota DPR yang baru dilantik ini, bisa memiliki semangat segar dalam upaya pemberantasan korupsi.

"Kini bola ada di tangan DPR siapa lima pimpinan definitif yang akan mereka pilih. Tentu ini adalah keputusan politik," kata mantan Wadah Pegawai KPK ini.

Yudi memberikan tiga rambu kepada DPR dalam memilih lima capim dan cadewas KPK.

Yakni, pertama, tidak mempunyai rekam jejak bermasalah; kedua, bukan merupakan calon titipan; dan ketiga, komposisi capim harus proporsional, mulai dari latar belakang penegak hukum, akademisi/profesional, lembaga negara, pemerintah, hingga keterwakilan perempuan. 

"Terakhir, pimpinan KPK periode 2024–2029 ini diharapkan bisa meraih kepercayaan dari masyarakat dalam memberantas korupsi," ujar Yudi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas