Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

MAKI Minta Prabowo Pertimbangkan Lantik Bahlil, Airlangga dan Dito Jadi Menteri

Diketahui, tokoh yang hadir itu digadang-gadang bakal menempati posisi menteri di era Prabowo yang jumlahnya 12 lebih banyak dibandingkan era Jokowi

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in MAKI Minta Prabowo Pertimbangkan Lantik Bahlil, Airlangga dan Dito Jadi Menteri
Tribunnews/Mario Sumampow
Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024). 

Laporan Wartawan Tribunnews, Mario Christian Sumampow

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Presiden Terpilih Prabowo Subianto masih punya waktu untuk kembali memikirkan calon-calon menterinya sebelum dia dilantik pada 20 Oktober mendatang sebagai Presiden RI 2024-2029. 

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman saat merespons ihwal tokoh-tokoh yang hadir diundang ke kediaman Prabowo di Kertanegara dalam kurun waktu dua hari terakhir ini. 

Diketahui, tokoh yang hadir itu digadang-gadang bakal menempati posisi menteri di era Prabowo yang jumlahnya 12 lebih banyak dibandingkan era Joko Widodo (Jokowi).

Namun beberapa di antaranya, Boyamin menilai masih ada calon menteri yang meski belum terbukti, berkaitan dengan kasus korupsi.

Baca juga: Boyamin Saiman Kecewa Kejaksaan Agung Tak Hadir di Sidang Korupsi Timah

Beberapa nama disebut secara gamblang oleh Boyamin seperti  Menteri Energi dan SDM Bahlil Lahadalia, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, hingga Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo.

“Saya masih melihat hal-hal yang perlu dibenahi oleh Pak Prabowo. Untuk berpikir ulang (memilih calon menteri) ini, kan masih waktunya sampai tanggal 20,” ujar Boyamin di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (15/0/2024).

Rekomendasi Untuk Anda

“Terhadap tiga sosok itu bisa saja diubah. Tapi ya terserah beliau,” sambungnya. 

Boyamin kembali mengingatkan ihwal Bahlil yang disangkut-pautkan dengan penerbitan izin tambang pesanan eks Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba. 

Kemudian, Airlangga berkaitan dengan kasus korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak sawit mentah. Serta Dito yang tak lepas kaitannya dengan dugaan korupsi proyek pengadaan menara BTS 4G.

”Dan saya kira Indonesia tidak akan bubar kalau mereka, beliau ini tidak jadi menteri kan,” tuturnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas