Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri

Megawati Soekarnoputri merupakan sosok presiden perempuan pertama RI yang juga anak dari Presiden RI ke-1 Soekarno dan Fatmawati. 

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri
Tribunnews
Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri atau Megawati Soekarnoputri 

Dikurip dari Tribunnewswiki, Megawati Soekarnoputri tercatat mengenyam pendidikan yang dimulai di Sekolah Dasar (SD) Perguruan Cikini Jakarta tahun 1954 sampai 1959.

Kemudian, Megawati Soekarnoputri melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) di Perguruan Cikini Jakarta pada tahun 1960 sampai 1962.

Selanjutnya, Megawati Soekarnoputri masuk di Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) di Perguruan Cikini Jakarta pada tahun 1963 hingga tahun 1965.

Setelah lulus SLTA, Megawati Soekarnoputri sempat masuk Fakultas Pertanian di Universitas Padjadjaran Bandung.

Namun hanya sampai tahun 1967, Megawati Soekarnoputri tidak melanjutkannya lagi.

Kemudian tercatat juga bahwa Megawati Soekarnoputri pernah masuk Fakultas Psikologi di Universitas Indonesia, Jakarta.

Tapi hanya sampai tahun 1972, Megawati Soekarnoputri tidak melanjutkan pendidikannya.

Karier Politik

Momen Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
Momen Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Youtube PDI Perjuangan)
Rekomendasi Untuk Anda

Masuknya Mega ke kancah politik telah mengingkari kesepakatan keluarganya. Karena trauma politik di masa sebelumnya, putra-putri Soekarno pernah bersepakat untuk tidak terjun ke bidang politik.

Sebelum bergabung ke partai, Megawati beserta suaminya Taufiq Kiemas adalah pengelola SPBU di Jakarta.

Masuknya Megawati ke partai politik bermula dari pertemuannya dengan Sabam Sirait sekitar tahun 1980, saat tak satu pun keluarga Soekarno tampil di dunia politik.

Awalnya Mega menolak untuk bergabung ke partai, namun Sabam kemudian membujuk Megawati melalui suaminya.

Hingga pada 1987, Megawati dan adiknya Guruh Soekarnoputra, masuk dalam daftar calon anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Kala itu, Mega dianggap sebagai pendatang baru di kancah politik. Namun, ia lantas tampil menjadi primadona dalam kampanye PDI.

Upaya Mega saat itu berhasil. Suara untuk PDI naik, Megawati pun terpilih menjadi anggota DPR/MPR.

Pada 1993, Megawati terpilih sebagai Ketua Umum PDI melalui Kongres di Surabaya.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas