Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Jenderal Polisi Purn. Drs. Hoegeng Iman Santoso

Jenderal Hoegeng Iman Santoso adalah polisi Indonesia yang dikenal dengan kejujurannya, berikut adalah profil lengkapnya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Nuryanti
zoom-in Jenderal Polisi Purn. Drs. Hoegeng Iman Santoso
Kolase Tribunnews
Jenderal Polisi Purn. Drs. Hoegeng Iman Santoso 

Jenderal Hoegeng dimakamkan di Taman Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Giri Tama, Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dikutip dari Kompas TV, Jenderal Hoegeng sebenarnya berhak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. 

Namun, kepada Majalah Forum tahun 1993, Hoegeng yang kala itu sudah tergabung dalam Petisi 50, menolaknya.

Baca juga: Profil Drajad Djumantara Suami Artis Febby Rastanty, Polisi Berpangkat Iptu, Lulusan Akpol 2017

Pendidikan

Hoegeng menempuh pendidikan di HIS dan MULO Pekalongan, kemudian belajar di AMS A Yogyakarta.

Ia juga melanjutkan pendidikan ke Recht Hoge School (Sekolah Tinggi Hukum) di Batavia.

Selanjutnya Ia masuk ke Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Usai lulus dari PTIK tahun 1952, Hoegeng ditempatkan di Jawa Timur dan ditugaskan sebagai Kepala Reskrim di Sumatera Utara.

Rekomendasi Untuk Anda

Ketika awal menjabat ia mendapat banyak sambutan unik, seperti rumah pribadi dan mobil yang telah disediakan oleh beberapa cukong judi.

Namun, Hoegeng menolak hadiah itu dan memilih tinggal di hotel sebelum mendapatkan rumah dinas.

Usai mendapat rumah dinas, rumah tersebut dipenuhi dengan berbagai perabot pemberian tukang suap yang kemudian dikeluarkannya secara paksa dari dalam rumah dan diletakkan di pinggir jalan.

Sikapnya ini banyak menarik perhatian dan membuat gempar Kota Medan.

Tahun 2001, Gaji Rp 7.500

Jenderal Polisi Purn. Drs. Hoegeng Iman Santoso
Jenderal Polisi Purn. Drs. Hoegeng Iman Santoso (Tribunnews)

Ternyata masa menyenangkan itu tidak berlaku bagi Hoegeng yang anti disogok.

Dilansir dari Tribun Timur, pria yang pernah dinobatkan sebagai The Man of the Year 1970 ini pensiun tanpa memiliki rumah, kendaraan, maupun barang mewah.

Rumah dinas menjadi milik Hoegeng atas pemberian dari Kepolisian.

Beberapa kapolda patungan membeli mobil Kingswood, yang kemudian menjadi satu-satunya mobil yang ia miliki.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas