Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

IPW Minta Polisi Tidak Kalah dengan Aksi Premanisme

Sugeng menegaskan aparat kepolisian tidak boleh takut dan kalah dengan para preman tersebut

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Chaerul Umam
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in IPW Minta Polisi Tidak Kalah dengan Aksi Premanisme
Istimewa
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas aksi premanisme. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chaerul Umam

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas aksi premanisme.

"Lah, preman itu kan namanya, kalau saya bilang itu. Kalau istilahnya Bahasa Jawa, kirik golek gepuk (anak anjing cari pukul) itu kalau mereka memasang spanduk. Ya, sudah ditangkap saja, masa aparat negara kalah sama kelompok-kelompok preman," kata Sugeng Teguh Santoso dalam keterangannya, Rabu (13/11/2024).

Hal itu disampaikan sebagai respons atas upaya provokasi preman yang menolak penggusuran Pasar Tumpah, Bogor.

Bahkan, para preman juga memasang spanduk penolakan di kawasan pasar.

Dia menegaskan aparat kepolisian tidak boleh takut dan kalah dengan para preman tersebut.

Baca juga: Kapolri Instruksikan Seluruh Jajaran Tindak Tegas Aksi Premanisme pada Diskusi Diaspora Kemang

"Kalau kalah, ya, digantilah polisinya dengan yang berani. Namun, saya rasa Pak Kapolres (Bogor, red) ini bisa selesai. Pak Kapolres jangan kalah, kita itu jangan kalah. Kalau sudah mengedepankan persuasi tidak bisa, ya, sikat," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sugeng juga meminta agar Polres Bogor tetap konsisten pada fungsi dan tugas pokok penegakkan hukum.

Dia menegaskan jika pendekatan persuasif ternyata masih menimbulkan penolakan dan ada tindakan-tindakan yang mengarah pada pelanggaran hukum, aparat kepolisian harus konsisten pada fungsi-fungsi penegakkan hukum.

"Ya, ditangkap-tangkap kaki tangannya yang masih melakukan tindakan misalnya kalau ada pemberasan," ucapnya.

Di sisi lain, dia berharap agar pedagang terus membantu mengungkapkan faktanya, apakah ada tindakan pengancaman dan pemerasan harus berani melaporkan. 

"Sebab kalau tidak, polisi mengalami kesulitan di dalam hal melakukan proses hukum. Jadi, ini dua belah pihak ini sangat bergantung satu sama lain," pungkas Sugeng.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas