Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keris Woomera 2024: Tank Abrams dan Leopard Berburu Mangsa saat Peluru dan Roket Menerpa Baluran

Combined Arm Live Fire Exercise (Calfex) adalah kegiatan terakhir dalam rangkaian latihan Keris Woomera 2024 yang telah digelar sejak 1 November 2024.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Gita Irawan
zoom-in Keris Woomera 2024: Tank Abrams dan Leopard Berburu Mangsa saat Peluru dan Roket Menerpa Baluran
Tribunnews.com/Gita Irawan
Aksi sniper TNI dan Australian Defence Force (ADF) saat Combined Arm Live Fire Exercise (Calfex) dalam rangkaian Latihan Gabungan Bersama Keris Woomera 2024 di area Pusat Latihan Tempur Marinir 5 Baluran Situbondo Jawa Timur pada Sabtu (16/11/2024). 

TRIBUNNEWS.COM, SITUBONDO - Matahari cukup terik saat "badai peluru dan roket" menghantam perbukitan di area Pusat Latihan Tempur Marinir 5 Baluran Situbondo Jawa Timur pada Sabtu (16/11/2024).

Dari menara pantau terlihat penanda target yang harus dimusnahkan baik oleh TNI maupun personel Australian Defence Force (ADF) dalam Combined Arm Live Fire Exercise (Calfex) Latihan Gabungan Bersama Keris Woomera 2024.

Empat orang sniper TNI dan tiga sniper ADF sudah tiarap dalam posisinya masing-masing sekira tiga meter di bawah menara tinjau.

Seribu prajurit gabungan dari tiga matra TNI dan ADF telah berada pada posisinya masing-masing.

Skenario yang digelar adalah pertahanan dari serangan musuh.

Beberapa kali dentuman Mortir 81 yang terdengar dari sebelah kiri menara tinjau membuka latihan tepat pukul 08.00 WIB.
 
Dentuman itu disusul suara desingan peluru dari 80 pucuk senjata SS2 V2, 2 pucuk SMR, 6 pucuk Minimi pasukan di Pos Pengamanan Setempat (PPS).

Suara desingan peluru yang dilontarkan pasukan di area latihan awalnya tampak terdengar seperti gerimis, namun lambat laun suara itu terdengar bagai hujan lebat yang tak berhenti hingga sekira 45 menit lamanya.

Baca juga: TNI dan Militer Australia Latihan Evakuasi Pengungsi Konflik Sosial, Bahasa dan Cuaca Jadi Tantangan

Rekomendasi Untuk Anda

Suara dentuman senapan-senapan sniper TNI yang menggelegar dan suara senapan-senapan berperedam sniper ADF berdesis bagai ular yang menyerang mangsanya mengiringi hujan peluru tersebut.

Dentuman terdengar saat roket-roket dari javelin yang ditembakkan meledakkan sasaran di atas bukit.

Tampak material sasaran pecah berkeping-keping dari kejauhan.

Dua Tank Leopard TNI dan dua Tank M1A1 Abrams ADF kemudian mulai mengendap-endap dari arah kanan menara tinjau.

Saat mereka menghentikan geraknya, mereka tampak seperti binatang buas berdarah dingin yang tengah mengincar "mangsa"-nya.

Sejurus kemudian, api terlihat keluar dari meriam-meriam tank tersebut.

"Hujan peluru" belum reda saat suara menggelegar bagai halilintar dari tembakan meriam-meriam tank tersebut menyusul kemudian.

Tank Abrams dan Leopard yang silih berganti menembakkan meriamnya, terdengar bagai halilintar dalam badai yang mencekam.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas