Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sayembara Maruarar Rp8 M Tangkap Harun Masiku Didukung KPK dan MAKI, tapi Disindir PDIP

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengadakan sayembara untuk menemukan buronan KPK, Harun Masiku. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Milani Resti Dilanggi
zoom-in Sayembara Maruarar Rp8 M Tangkap Harun Masiku Didukung KPK dan MAKI, tapi Disindir PDIP
Kolase Tribunnews/Kompas
Harun Masiku (kiri) dan Maruarar Sirait (kanan) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengadakan sayembara untuk menemukan buronan KPK, Harun Masiku.  

Boyamin bahkan juga membuka sayembara untuk menemukan Harun dengan imbalan berupa iPhone terbaru. 

"Saya menyambut gembira kalau ada yang melakukan sayembara penangkapan Harun Masiku, karena saya sendiri kan juga sudah membuat sayembara, tapi hadiah saya waktu itu kan iPhone terbaru, sampai sekarang masih berlaku sayembara itu, ujarnya, Jumat (29/11/2024) dikutip dari Kompas.com. 

"Kalau sekarang ada yang lain termasuk Ara (Menteri PKP) membuat sayembara hadiah Rp8 miliar, ya saya tambah senang," lanjutnya. 

Ia menilai, sikap Ara ini merupakan salah satu opsi untuk menemukan Harun Masiku,. 

Sebab, KPK menurut Boyamin, sudah berupaya maksimal mencari Harun. 

"Saya berharap ini merangsang orang lain juga untuk membuat sayembara lagi. Karena nampaknya KPK sudah mentok dan tidak bisa menangkap Harun Masiku," ucapnya.

Disindir PDIP 

Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus saat ditemui awak media di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2024).
Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus saat ditemui awak media di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2024). (Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra)

Sementara itu, PDIP justru menganggap sikap Ara itu menistakan KPK

Rekomendasi Untuk Anda

Pasalnya, dengan sayembara tersebut, Ara dianggap meremehkan kinerja KPK selama ini. 

"Apa yg dilakukan ara itu sebenarnya adalah penistaan terhadap KPK, karena artinya KPK tidak bisa dipercaya untuk melaksanakan kerjanya,” kata Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, di Kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis.

Deddy pun justru menilai Ara bersikap arogan. 

“Sehingga dia harus menghasut rakyat dengan iming-iming Rp8 miliar untuk menangkap buronan KPK. Jadi silahkan harusnya yang protes itu KPK, kenapa searogan itu, sesongong itu,” kata Deddy. 

(Tribunnews.com/Milani/Hasanudin Aco)  (Kompas.com) 

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas