Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Simulasi Tanggap Darurat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Gempa Megathrust hingga Banjir

Simulasi tanggap darurat dilakukan PLN Gandul, PT Nawakara, Basarnas untuk memperkuat kesiapsiagaan hadapi ancaman gempa megathrust hingga banjir.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Sri Juliati
zoom-in Simulasi Tanggap Darurat Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Gempa Megathrust hingga Banjir
ISTIMEWA
Simulasi tanggap darurat dilakukan PLN Gandul, PT Nawakara, Basarnas untuk memperkuat kesiapsiagaan hadapi ancaman gempa megathrust hingga banjir, Selasa (17/12/2024). 

TRIBUNNEWS.COM - PLN Gandul menggelar simulasi tanggap darurat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, Selasa (17/12/2024). 

Bekerjasama dengan PT Nawakara Perkasa Nusantara dan BASARNAS (Badan SAR Nasional), kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan, meminimalkan dampak bencana, dan memperkuat sinergi antar tim.

Seperti diketahui, Indonesia memiliki risiko terhadap bencana alam seperti gempa bumi Megathrust dan banjir lantaran berada di kawasan cincin api Pasifik.

Hal ini dapat berdampak besar pada keselamatan karyawan, masyarakat sekitar, serta operasional Objek Vital Nasional (Obvitnas).

Oleh karena itu, perlu adanya respons cepat serta koordinasi yang efektif.

Rescuer Senior Basarnas, Pambudi Nurwidjaya menjelaskan pentingnya simulasi bencana dilakukan sebagai langkah mitigasi. 

Simulasi mitigasi bencana dapat membantu meningkatkan koordinasi serta efektivitas respons dalam keadaan darurat.

Rekomendasi Untuk Anda

"Gempa bumi Megathrust adalah gempa dengan skala besar yang membutuhkan kesiapan tinggi."

"Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh tim tidak panik dan siap bertindak cepat menghadapi bencana," kata dia.

Inilah empat cara yang bisa diterapkan untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan efektivitas respons:

1. Tetap Tenang dan Ikuti Prosedur Evakuasi yang Tepat

Dalam skenario gempa bumi, pastikan untuk berlindung di bawah meja atau di dekat pilar yang kokoh saat guncangan terjadi. 

Setelah guncangan reda, lakukan evakuasi dengan tenang dan terorganisir menuju titik aman atau Master Point. 

Nantinya, Floor Warden bertugas menghitung jumlah karyawan dan memastikan tidak ada yang tertinggal di dalam gedung.

Baca juga: Kepala BMKG Peringatkan Potensi Gempa Megathrust yang Belum Terlepaskan selama 267 Tahun

2. Tingkatkan Kemampuan Pertolongan Pertama

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas