Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Menlu RI Respons Nada-nada yang Cibir Keputusan Indonesia Masuk BRICS: Wujud Politik Bebas Aktif

Menlu RI Sugiono merespons cibiran yang menyebut keputusan Indonesia bergabung jadi anggota BRICS sebagai kebijakan yang melenceng

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Menlu RI Respons Nada-nada yang Cibir Keputusan Indonesia Masuk BRICS: Wujud Politik Bebas Aktif
Tribunnews.com/ Danang Triatmojo
Menlu RI Sugiono dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri 2025, di Ruang Nusantara, Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2025). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono merespons cibiran yang menyebut keputusan Indonesia bergabung jadi anggota BRICS sebagai kebijakan yang melenceng dari prinsip politik luar negeri bebas aktif.

Sugiono menyatakan, justru keputusan Indonesia bergabung ke dalam BRICS adalah wujud dari politik luar negeri RI yang bebas aktif.

Keputusan ini juga bukan hasil kerja semalam, namun buah dari kiprah konsistensi dan keteguhan diplomasi Indonesia selama puluhan tahun.

Pernyataan ini disampaikan Sugiono dalam acara Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri 2025, di Ruang Nusantara, Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2025).

“Awalnya banyak pihak yang mempertanyakan mengenai keputusan Indonesia masuk sebagai anggota BRICS dan dianggap sebagai sesuatu yang melenceng dari prinsip politik luar negeri kita yang bebas aktif. Namun justru sebaliknya, keanggotaan Indonesia di BRICS adalah wujud dari politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif,” kata Sugiono.

Diterimanya Indonesia bergabung dalam BRICS juga jadi cermin posisi Indonesia yang dianggap penting oleh negara-negara anggota terdahulu.

Baca juga: Dewan Ekonomi Nasional: Keuntungan Gabung BRICS Pasar Indonesia Lebih Besar

Nantinya di dalam BRICS Indonesia berkomitmen menjadi jembatan bagi kepentingan negara-negara berkembang dan kawasan Indo-Pasifik, serta mengambil peran aktif mencegah peruncingan persaingan geoekonomi dan geopolitik.

Rekomendasi Untuk Anda

Sugiono menegaskan keanggotaan Indonesia di dalam BRICS bukan sebagai kebijakan yang terisolir. 

Sebab Indonesia selama ini juga telah terlibat dalam berbagai kelompok multilateral yang lain seperti G20, APEC, hingga teranyar menuju aksesi atau pernyataan persetujuan sebagai anggota OECD.

Baca juga: Marwan Cik Asan Ungkap 4 Alasan Dukung Keanggotaan Indonesia di BRICS

“Oleh karena itu sekali lagi, bergabungnya Indonesia dalam BRICS merupakan sebuah wujud dari pelaksanaan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif,” tegas Sugiono.

Sebagai informasi Brasil sebagai Ketua BRICS 2025 secara resmi mengumumkan Indonesia menjadi anggota BRICS, akronim dari negara pendirinya, yakni Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.

Selain negara pendiri, keanggotaan BRICS juga bertambah pada tahun 2024 dengan bergabungnya Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas