Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Arti Kue Keranjang dalam Perayaan Imlek, Ini Sejarahnya

Berikut arti filosofi kue keranjang yang menjadi salah satu tradisi dalam perayaan Imlek.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Arti Kue Keranjang dalam Perayaan Imlek, Ini Sejarahnya
Tribunnews.com/Fitri Wulandari
Kue keranjang yang dijual di Pasar Petak 9, Glodok, Jakarta Barat, Senin (4/2/2019), jelang perayaan Tahun Baru Imlek 

Nama 'nian' dalam istilah 'nian gao' menurut mitologi Tiongkok Kuno adalah seorang raksasa yang tinggal di sebuah gua di gunung.

Kemudian saat ia lapar, ia melakukan perburuan.

Karena banyak hewan yang berhibernasi pada saat musim dingin, Nian memanfaatkan waktunya untuk turun ke desa mencari korban.

Namun banyak penduduk desa yang takut dengan Nian, dikutip dari laman Sastra Cina Universitas Brawijaya.

Kemudian seorang penduduk desa bernama 'Gao' membuat kue dari tepung ketan dan gula.

Kue tersebut ditaruh di depan pintu untuk dimakan oleh Nian.

Sejak saat itu, kue keranjang selalu dibuat ketika musim dingin dan dihidangkan untuk raksasa Nian.

Rekomendasi Untuk Anda

Kemudian nama Nian dan Gao digabung untuk menjadi nama kue tersebut.

Oleh karena itu, setiap tahun baru Imlek yang bertepatan dengan musim dingin, kue keranjang selalu dihidangkan.

(Tribunnews.com/Farrah Putri)

Artikel Lain Terkait Kue Keranjang

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas