Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sejarah Libur Sekolah saat Ramadan, Ada Sejak Zaman Belanda dan Pernah Jadi Materi Kampanye Prabowo

Libur ramadan untuk pelajar tingkat sekolah dasar dan menengah saat ini masih ramai dibicarakan. Berikut sejarahnya. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Sejarah Libur Sekolah saat Ramadan, Ada Sejak Zaman Belanda dan Pernah Jadi Materi Kampanye Prabowo
Dokumentasi
Ilustrasi anak belajar di sekolah. Libur ramadan untuk pelajar tingkat sekolah dasar dan menengah saat ini masih ramai dibicarakan. Berikut sejarahnya.  

Sejarah Libur Sekolah saat Ramadan, Ada Sejak Zaman Belanda dan Pernah Jadi Materi Kampanye Prabowo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Libur ramadan untuk pelajar sekolah saat ini masih ramai dibicarakan. Berikut sejarahnya. 

Kini, libur Ramadan ramai dibahas lagi. Wacana ini kembali mencuat setelah Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo HR Muhammad Syafi'i, mengemukakannya.

Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan Kebijakan Work From Anywhere Menjelang Libur Lebaran 2025

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengungkapkan Pemerintah sudah melakukan finalisasi. 

Mendikdasmen menegaskan jika pemerintah istilah yang dipakai saat ini adalah bukan libur, melainkan pembelajaran pada bulan Ramadan.

Dalam waktu dekat pelajar sekolah akan mendapatkan surat edaran terkait 

Baca juga: Pemerintah Sudah Sepakat Soal Libur Sekolah saat Ramadan, Abdul Muti: Tunggu Sampai Ada Surat Edaran

Pembicaraan seputar proses belajar mengajar di sekolah selama Ramadan ini seolah mengulangi sejarah libur penuh selama Ramadan saat umat muslim menjalankan ibadah puasa.

Rekomendasi Untuk Anda

Berikut sejarah libur ramadan untuk anak sekolah. 

Sejarah Libur Penuh Selama Puasa Ramadan, dari Zaman Belanda hingga Janji Kampanye Prabowo

Sejumlah anak mengikuti Pesantren Kilat Taqiya di Masjid Pusdai (Pusat Dakwah Islam) Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/7/2022). Kegiatan mengisi libur sekolah selama dua hari tersebut diikuti 122 peserta dari SD, SMP, dan SMA dengan materi membaca dan memahami Alquran, praktik salat, tafakur alam, curah pendapat, permainan, dan yang lainnya. Taqiya_BelajarQuran sebagai penyelenggara kegiatan juga memberikan beasiswa belajar Alquran selama sepekan bagi 20 peserta bernama Muhammad dan satu orang bernama Maryam. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)
Sejumlah anak mengikuti Pesantren Kilat Taqiya di Masjid Pusdai (Pusat Dakwah Islam) Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (6/7/2022). Kegiatan mengisi libur sekolah selama dua hari tersebut diikuti 122 peserta dari SD, SMP, dan SMA dengan materi membaca dan memahami Alquran, praktik salat, tafakur alam, curah pendapat, permainan, dan yang lainnya. Taqiya_BelajarQuran sebagai penyelenggara kegiatan juga memberikan beasiswa belajar Alquran selama sepekan bagi 20 peserta bernama Muhammad dan satu orang bernama Maryam. (TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN) (TRIBUN JABAR/TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN)

Seperti apa sejarah libur sekolah satu bulan penuh selama puasa?

Libur sekolah satu bulan penuh selama puasa pernah menjadi materi kampanye pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam Pemilu Presiden 2019. 

Bukan hanya di sekolah, tapi libur ini dijanjikan untuk kampus.

Baca juga: Selama Ramadan, BGN Siapkan Makan Bergizi Gratis yang Bisa Dibawa ke Rumah  

Menurut Sandiaga, libur puasa dapat dimanfaatkan siswa untuk kegiatan pesantren kilat. Siswa bisa lebih dekat dengan keluarga untuk mengimbangi pengaruh teknologi informasi.

"Tentunya ini merupakan satu terobosan agar satu bulan ini bisa digunakan para siswa untuk mungkin mengikuti pesantren kilat, menggunakan kesempatan ini juga, menghabiskan waktu bersama keluarga, membangun kedekatan keluarga dalam era informasi teknologi yang begitu intensitasnya tinggi," ujarnya seperti dikutip Detik.

Jauh sebelum itu, pesantren kilat pada Ramadan sudah dikenalkan Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas