Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

21 April Memperingati Hari Apa? Berikut Sejarah Ditetapkannya Hari Kartini

Tanggal 21 April memperingati hari apa? Pada tahun ini, peringatan Hati Kartini jatuh pada Senin (21/4/2025). Hari Kartini ditetapkan oleh Soekarno.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Nuryanti
zoom-in 21 April Memperingati Hari Apa? Berikut Sejarah Ditetapkannya Hari Kartini
Canva/Tribunnews.com
HARI KARTINI - Grafis yang dibuat di Canva Premium pada Sabtu (19/4/2025). Tanggal 21 April memperingati hari apa? Pada tahun ini, peringatan Hati Kartini jatuh pada Senin (21/4/2025). Hari Kartini ditetapkan oleh Soekarno. 

TRIBUNNEWS.COM - Tanggal 21 April memperingati hari apa?

Diketahui, pada tanggal 21 April diperingati sebagai Hari Kartini.

Pada tahun ini, peringatan Hari Kartini jatuh pada Senin (21/4/2025).

Hari Kartini ditetapkan oleh Soekarno berdasarkan tanggal kelahiran RA Kartini yakni 21 April.

Selengkapnya, inilah sejarah singkat ditetapkannya peringatan Hari Kartini.

Sejarah Ditetapkannya Hari Kartini 21 April

Raden Ajeng Kartini atau dikenal sebagai RA Kartini merupakan tokoh pahlawan nasional yang gigih memperjuangkan emansipasi wanita.

RA Kartini juga dikenal sebagai wanita yang mempelopori kesetaraan derajat antara wanita dan pria di Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

RA Kartini memiliki nama lengkap Raden Adjeng Kartini Djojo Adhiningrat.

Beliau lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah.

Dikutip dari Kemdikbud, ia lahir di tengah keluarga bangsawan dari seorang ayah yang bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, yang menjabat sebagai Bupati Jepara.

Baca juga: 30 Pantun Spesial Bertema Pendidikan dan Emansipasi untuk Rayakan Hari Kartini 2025

Sementara ibunya bernama M.A. Ngasirah yang merupakan anak seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Jepara.

Wafatnya RA Kartini tidak serta-merta mengakhiri perjuangan RA Kartini semasa hidupnya.

Seorang temannya di Belanda, Mr. J.H. Abendanon, yang ketika itu menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda, mengumpulkan surat-surat yang dulu pernah dikirimkan oleh Kartini kepada teman-temannya di Eropa.

Abendon kemudian membukukan seluruh surat itu dan diberi nama Door Duisternis tot Licht yang jika diartikan secara harfiah berarti Dari Kegelapan Menuju Cahaya.

Buku tersebut diterbitkan pada 1911 dan cetakan terakhir ditambahkan surat "baru" dari Kartini.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas