Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polemik Wacana Vasektomi: Banyak Pihak Sentil Dedi Mulyadi, Ingatkan Haram hingga HAM

Sejumlah pihak ramai-ramai mengkritik Dedi Mulyadi terkait wacana menjadikan vasektomi sebagai syarat penerima bansos.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Polemik Wacana Vasektomi: Banyak Pihak Sentil Dedi Mulyadi, Ingatkan Haram hingga HAM
Tangkapan Layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
POLEMIK WACANA VASEKTOMI - Foto tangkapan laya Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis, (17/4/2025). Sejumlah pihak ramai-ramai mengkritik Dedi Mulyadi terkait wacana menjadikan vasektomi sebagai syarat penerima bansos. 

Ketua Umum Ikatan Alumni Pondok Pesantren Ibaadurrahman YLPI Tegallega Sukabumi, Toto Izul Fatah, mengatakan ia dan tokoh di Jawa Barat, sepakat menilai wacana Dedi Mulyadi soal vasektomi, kebablasan dan tak dipikirkan secara matang.

Toto pun meminta Dedi agar mempertimbangkan berbagai pandangan, termasuk dari organisasi keagamaan, seperti Muhammadiyah hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal itu, kata dia, agar Dedi tidak kebablasan dalam berbicara terkait kebijakan publik.

"Saya dan sejumlah tokoh di Jawa Barat ikut menyesalkan pernyataan KDM (Kang Dedi Mulyadi) yang kebablasan, ceroboh, dan tidak dipikirkan secara matang, soal vasektomi jadi syarat penerima bansos," kata Toto, Jumat (2/5/2025), dilansir TribunJabar.id.

"KDM Jangan sampai terbuai popularitasinya di tengah warga Jabar yang sedang 'demam KDM', hingga merasa bebas bicara tanpa kendali," tegas dia.

Baca juga: 5 Syarat Vasektomi Menurut MUI Terkait Wacana Dedi Mulyadi, Tegas Sebut Haram

Lebih lanjut, Toto kembali mengingatkan Dedi untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak, baik hukum maupun medis.

Sebab, kata dia, setiap kebijakan pemerintah daerah, harus selalu sejalan dengan konstitusi yang telah disepakati bersama.

Rekomendasi Untuk Anda

"Penting bagi KDM untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak yang berkompeten, baik dari aspek hukum maupun medis," pungkasnya.

3. Cak Imin: Jangan Buat Aturan Sendiri

POLEMIK WACANA VASEKTOMI - Wawancara Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di sela acara halal bihalal di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu (20/4/2025) malam.
POLEMIK WACANA VASEKTOMI - Wawancara Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di sela acara halal bihalal di rumah dinasnya di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Minggu (20/4/2025) malam. (Tribunnews.com/Mario Christian Sumampow)

Kritik terhadap Dedi Mulyadi terkait wacana vasektomi, juga dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.

Ia mengingatkan Dedi sebagai Gubernur Jawa Barat, agar tidak membuat aturan sendiri.

Apalagi, kata Cak Imin, aturan itu berbeda dari pemerintah pusat.

"Tidak boleh bikin aturan sendiri," tegas Cak Imin di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Satu (3/5/2025).

Ketua Umum PKB ini pun menekankan, tidak ada syarat vasektomi bagi penerima bansos.

"Enggak ada. Enggak ada syarat itu (vasektomi bagi penerima bansos)" pungkasnya.

4. DPR Sebut Ide Dedi Ide yang Kalap

Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menilai wacana Dedi Mulyadi soal vasektomi, sebagai ide yang kalap.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas