Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat Soroti Persaingan Antara Menteri dan Wamen, Hendri: Seharusnya Saling Bahu Membahu

Hendri menilai, para menteri dan wakil menteri dipilih oleh Presiden Prabowo dengan mempertimbangkan banyak hal, termasuk chemistry antara keduanya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Pengamat Soroti Persaingan Antara Menteri dan Wamen, Hendri: Seharusnya Saling Bahu Membahu
Tribunnews.com/Gita Irawan
PERSAINGAN MENTERI-WAMEN - Analis komunikasi politik Hendri Satrio di Menteng Jakarta Pusat pada Rabu (17/5/2023). Hendri Satrio menyoroti isu kemungkinan adanya persaingan antara menteri dan wakil menteri di sejumlah kementerian dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis komunikasi politik Hendri Satrio menyoroti isu kemungkinan adanya persaingan antara menteri dan wakil menteri di sejumlah kementerian dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto.

Hendri mengaku tidak kaget dengan isu ini, seperti yang kini diperbincangkan publik.

Baca juga: Dihadiri Mantan Presiden hingga Para Menteri, Pernikahan Mario-Stevi Usung Tema Kebudayaan Lokal NTT

"Ya kan memang banyak desas desus ada persaingan Menteri dan Wamennya, bukan hal baru,” kata Hendri kepada wartawan, Senin (9/6/2026).

Namun, Hendri menilai, para menteri dan wakil menteri dipilih oleh Presiden Prabowo dengan mempertimbangkan banyak hal, termasuk chemistry antara keduanya.

“Sejatinya menteri tidak memilih wakil menterinya, tapi presiden yang memilih wakil menteri untuk menterinya, dan itu sudah mempertimbangkan banyak hal termasuk chemistry,” ujarnya.

Fenomena isu persaingan ini, kata Hendri, tidak hanya terjadi di Kementerian-kementerian tertentu, tetapi juga di beberapa kementerian lain.

Contohnya, di Kementerian Perumahan Rakyat antara Menteri Maruarar Sirait dan Wakil Menteri Fahri Hamzah atau Kementerian BUMN antara Menteri Erick Thohir dan Wakil Menteri Dony Oskaria.

Rekomendasi Untuk Anda

"Seharusnya tidak ada persaingan di antara menteri dan wamen, karena seharusnya yang ada hanyalah visi dari Presiden Prabowo yang dijalankan oleh kabinetnya," kata Hendri.

Namun, Hendri melihat, tidak semua kementerian menunjukkan pola persaingan.

Sebagai contoh, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dan Wakil Mensesneg Juri Ardiantoro atau di Kementerian Pertanian antara Menteri Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Sudaryono.

Baca juga: Apakah Tanggal 9 Juni 2025 Libur? Ini Menurut SKB 3 Menteri 

Dalam konteks Kementerian BUMN, Hendri menyoroti posisi Dony Oskaria yang kerap berada di ‘tempat kedua’ dalam struktur kepemimpinan.

Selain sebagai Wakil Menteri BUMN di bawah Erick Thohir, Dony juga berada di bawah Rosan Roeslani dalam struktur PT Danantara.

“Erick, Dony, dan Rosan ini dipilih oleh Prabowo, sehingga ketiganya diyakini membawa misi dan visi yang sejalan dengan Prabowo,” jelas Hendri.

Lebih lanjut, Hendri menegaskan bahwa menteri dan wakil menteri harus bahu-membahu untuk mewujudkan visi dan misi Presiden Prabowo.

Sebab, jika tanpa kekompakan, program-program prioritas presiden, seperti pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan penguatan BUMN, berisiko terganggu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas