Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Keluarga Mendiang Brigadir Nurhadi Buka Suara: Ada Perintah Ipda HC hingga Munculnya 2 Istri Perwira

Dalam WA milik mendiang Nurhadi, ada pesan dari tersangka Ipda HC (Haris Candra) yang memintanya tak ikut campur.  

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Keluarga Mendiang Brigadir Nurhadi Buka Suara: Ada Perintah Ipda HC hingga Munculnya 2 Istri Perwira
Kolase: Dok. Polda NTB dan Insgatram @ikhaiskandar6
KELUARGA BUKA SUARA - Reni (35), kakak Ipar Brigadir Muhammad Nurhadi mengungkap isi pesan di aplikasi WhatsApp (WA) milik sang bintara Polri yang tewas di kolam renang vila Gili Trawangan. Nurhadi tewas karena penganiayaan oleh dua orang atasannya di Gili Trawangan, Lombok Utara, 16 April 2025. 

Dia menyebut, banyak yang mestinya bisa dicari tahu melalui handphone Nurhadi, sayangnya handphone tersebut sudah disita tim penyidik Polda NTB.  

Istri Dituduh Terima Rp400 Juta

Elma Agustina (28), istri Brigadir Nurhadi membantah adanya tudingan yang menyebut bahwa ia menerima uang Rp400 juta usai suaminya tewas di vila Gili Trawangan.

Elma membenarkan sejumlah polisi mendatanginya, termasuk dua istri atasan yang menjadi tersangka pembunuh suaminya, istri Kompol I Made Yogi Purusa Utama dan istri I Gede Haris Chandra. 

Namun, untuk tuduhan dirinya menerima uang dari tersangka Kompol YG sebesar Rp 400 juta agar menerima kematian suaminya, dan tidak memperkarakannya lagi, ia membantah keras.

"Itu semua fitnah, saya tidak akan menukar nyawa suami saya dengan uang, tidak pernah ada uang Rp 400 juta itu demi Allah." 

"Seperti apa yang Rp 400 juta saja tidak pernah saya lihat," ungkap Elma pada Kompas.com di kediamannya.  

Rekomendasi Untuk Anda

Elma mengaku hanya menginginkan keadilan bagi suaminya. 

Dia berharap penyebab kematian suaminya segera terungkap.

Elma dan Nurhadi memiliki dua orang anak laki-laki, dengan putra pertama berusia 5 tahun dan si bungsu yang kini berusia 4 bulan.

Pilunya, Nurhadi meninggalkan putra keduanya ketika baru berusia 1 bulan, pada April 2025 lalu.

Keluarga Nurhadi hidup dalam kesederhanaan. 

Kematian Nurhadi merupakan pukulan berat bagi keluarganya.

Di kediamannya di Desa Sembung Narmada, Lombok Barat, Elma mengenang video call terakhir dengan suaminya pada Rabu, 16 April 2025, pukul 16.00 Wita.

Elma menyebut jika kondisi terakhir suaminya saat itu masih dalam keadaan sehat dan tidak dicurigai ada masalah apapun.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas