Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Prabowo Sindir Pihak Nyinyir: Mau Kerja Baik, Tetap Dibilang Tidak Ada yang Benar

Prabowo Subianto heran kepada pihak yang selalu nyinyir kepada pemerintah, termasuk mengenai hasil negosiasi tarif dagang dengan AS.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Prabowo Sindir Pihak Nyinyir: Mau Kerja Baik, Tetap Dibilang Tidak Ada yang Benar
Tangkapan layar dari YouTube DPP PKB
HARLAH PKB - Momen ketika Presiden Prabowo Subianto bercanda saat memberikan sambutan di Hari Ulang Tahun (Harlah) ke-27 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada Rabu (23/7/2025). Prabowo Subianto heran kepada pihak yang selalu nyinyir kepada pemerintah, termasuk mengenai hasil negosiasi tarif dagang dengan AS. 

Presiden juga kembali menyoroti kasus beras premium oplosan.

Beras premium padahal berisi beras subsidi yang dibungkus ulang.

Praktik tersebut merugikan negara hingga Rp 100 triliun per tahun.

"Itu paket diganti beras yang disubsidi ini ditempel katanya beras premium harganya tambah Rp 5.000, Rp 6.000. ini menurut saudara benar atau tidak? Ini adalah pidana. Ini nggak bener, ini pidana yang saya katakan kurang ajar itu, serakah," katanya.

Kepala Negara mengatakan telah memerintahkan Kapolri dan Jaksa Agung untuk menangani kasus tersebut.

Hal itu sesuai dengan perintah konstitusi, khususnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Presiden mengaku geram dengan praktik tersebut karena selama ini negara memberikan subsidi pada sektor pertanian.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, subsidi seperti benih, pupuk, pestisida, dan infrastruktur seperti waduk dan irigasi malah dimanfaatkan segelintir orang yang mengambil keuntungan secara curang.

"Gimana enggak mendidih kita dengar itu saudara-saudara, Rp 100 triliun. Berarti kalau saya biarkan ini terus dalam 5 tahun kita akan hilang Rp 1.000 triliun," pungkasnya.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas