Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Jokowi Dituduh Ijazah Palsu, Megawati Pernah 'Bernasib' Sama, Dipersoalkan Lulusan SMA

Tuduhan terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki ijazah palsu terus menggelinding.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Jokowi Dituduh Ijazah Palsu, Megawati Pernah 'Bernasib' Sama, Dipersoalkan Lulusan SMA
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
MEGAWATI DAN JOKOWI - Joko Widodo saat masih menjabat Presiden RI (tengah) dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri (kanan) menghadiri acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18 PKP Indonesia di Jakarta, Minggu (15/1/2017). /Foto dokumentasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Tuduhan terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang memiliki ijazah palsu terus menggelinding.

Berhari-hari bahkan berminggu-minggu lamanya kasus yang belum dibuktikan secara scientifik ini belum juga menemui titik terang.

Terkait itu, Pakar Komunikasi Politik dari Universitas Padjajaran (Unpad), Kunto Adi Wibowo menilai isu ijazah palsu Jokowi membesar karena masyarakat menyukai gosip politik.

Kunto menjawab pertanyaan mengenai apakah mungkin ada sosok besar di balik kasus tersebut, mengingat kasus ini sudah berjalan lama.

“Kalau sosok besar atau tidak, itu perkara lain. Bisa ada, bisa tidak,” ujar Kunto Adhi Wibowo dikutip dari Kompas.TV, Senin (28/7/2025).

Namun menurut dia yang jadi pertanyaan mengapa kasus ini terus menggelinding menjadi besar dan lama.

"Energinya seakan-akan luar biasa. Mengapa? Karena ini salah satunya adalah motif rakyat Indonesia yang sangat suka dengan gosip politik,” imbuhnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Gosip politik tersebut, kata dia menjadi saluran pelepasan darii kemarahan masyarakat atas penderitaan sehari-hari di tengah himpitan ekonomi.

“Ini gosip politik untuk melampiaskan kemarahan atas penderitaan kita sehari-hari dengan ekonomi yang semakin wow, atau dengan kondisi kehidupan kita yang secara politik juga tidak membaik.”

“Ini kan akhirnya butuh saluran pelepasan. Saluran pelepasan yang paling gampang, paling enak ya yang receh-receh ini," ujarnya.

Sama dengan Kasus Ijazah Megawati di 2000

Kunto Adi Wibowo mengatakan mencontohkan kasus Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di tahun 2000 yang disorot soal statusnya lulus SMA atau tidak.

"Misalnya tahun 2000-an isu Megawati hanya lulusan SMA itu juga cepat membesar (kasusnya),” ungkap dia.

Jelang Pemilu 2029 lalu, politik di Indonesia panas soal syarat calon presiden dan wakil presiden harus lulusan sarjana.

Isu itu terus berkembang sehingga status Megawati yang 'hanya' lulusan SMA pun jadi sorotan.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas