Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

2 Ijazah Jokowi Dituding Palsu, Silfester Matutina Sebut Framing Jahat

Silfester Matutina blak-blakan menyebut ada dua ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dituding palsu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Reynas Abdila
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in 2 Ijazah Jokowi Dituding Palsu, Silfester Matutina Sebut Framing Jahat
Istimewa
IJAZAH JOKOWI - Silfester Matutina blak-blakan menyebut ada dua ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dituding palsu. /Foto.dok 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Relawan Jokowi sekaligus Ketua Umum Solidaritas Merah Putih (Solmet) Silfester Matutina blak-blakan menyebut ada dua ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo dituding palsu.

Pertama adalah ijazah yang diterbitkan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2005.

Kedua yakni ijazah yang dibuat di Pasar Pramuka.

"Sebenarnya ada lagi keheranan kita karena yang dituduhkan ijazah palsu ini ternyata ada dua. Pertama ijazah palsu yang dituduhkan sebelum tahun 2005 yang diterbitkan oleh Universitas Gadjah Mada," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (4/8/2025).

"Kemudian tudingan ijazah palsu Jokowi ini malah meluas sampai ke Pasar Pramuka," tambahnya.

Silfester menjelaskan ijazah palsu dibuat di Pasar Pramuka tersebut berawal dari apa yang disampaikan Politikus Senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Beathor Suryadi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kedua, ijazah palsu yang kedua itu diterbitkan kalau menurut Beathor diterbitkan 2012 jadi ini keheranan kita. Kok ijazah palsunya bisa dua ini, jadi baik isu ijazah palsu ini tidak ada dasar-dasar hukumnya yang membenarkan ini, hanya narasi dan framing jahat saja," tuturnya.

Silfester juga menyebut Beathor  banyak melakukan kebohongan.

Termasuk informasi itu juga disampaikan kepada eks Anggota Badan Intelijen Negara (BIN).

Informasi itu kemudian dipercayai oleh Roy Suryo dan Rismon Sianipar, terlapor kasus pencemaran nama naik yang dilaporkan langsung oleh Joko Widodo.

"Jadi Beathor membohongi Roy, Rismon dan sebagainya karena apa yang saya bilang tadi tidak masuk akal ijazah dipalsukan oleh UGM sebelum tahun 2005. Kenapa harus dipalsukan lagi tahun 2012," ujarnya.

Dengan demikian, ijazah Jokowi dua kali dipalsukan.

"Padahal tinggal copy paste. Jadi ini yang saya bilang masyarakat kita harus cerdas kita jangan gampang dibohongi," paparnya.

Silfester menegaskan isu ijazah palsu ini untuk mengadu domba memecah belah bangsa.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas