Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ini Cara Bikin Anak Nyaman Curhat ke Orang Tua Meski Topiknya Sensitif

Tak semua anak yang memasuki masa pubertas, merasa nyaman berbagi cerita dengan orang tuanya. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Willem Jonata
zoom-in Ini Cara Bikin Anak Nyaman Curhat ke Orang Tua Meski Topiknya Sensitif
ChatGPT Plus
POLA KOMUNIKASAI REMAJA - Ilustrasi remaja dan dunia media sosial di-generate oleh ChatGPT Plus. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Memasuki masa remaja, umumnya anak mulai menyimpan lebih banyak cerita dan rahasia dari orang tuanya. 

Sayangnya, tak semua dari mereka merasa nyaman berbagi dengan orang tua. 

Terutama saat topiknya sensitif seperti perubahan tubuh, pertemanan, atau hubungan asmara.

Di tengah kondisi ini, sebagian anak justru mencari “pendengar” lain, mulai dari teman sebaya hingga kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT

Fenomena ini membuat peran orang tua kian penting untuk memastikan hubungan emosional dengan anak tetap terjaga.

Baca juga: AI Jadi Tempat Curhat Anak, Ada Bahaya Mengintai di Balik Kebiasaan Itu

Psikolog pendidikan Ulfa Nurida menegaskan, kunci utamanya adalah respon yang mindful. 

Rekomendasi Untuk Anda

“Mindfull di sini artinya non-judgemental, kita coba juga memahami apa yang dirasakan sama si anak, tidak membandingkan masa lalu kita sebagai orang tua dengan anak tersebut,” ujarnya saat diwawancarai Tribunnews di Jakarta, Senin (11/8/2025).

Lebih lanjut, Ulfa pun membagikan beberapa cara jitu agar anak nyaman curhat bersama orang tua. 

Hindari Membandingkan dan Menghakimi

Ulfa mengingatkan, kebiasaan membandingkan masa kecil orang tua dengan anak bisa membuat anak menutup diri. 

Contoh kalimat seperti “dulu mama nggak kayak gitu” atau “kok kamu beda sih sama papa dulu” justru menimbulkan jarak emosional.

Perbedaan zaman, lingkungan, dan tantangan membuat pengalaman anak masa kini tak bisa diukur dengan kacamata masa lalu. 

“Kalau anak merasa orang tuanya tidak menerima, apalagi saat topik itu sensitif, mereka bisa menolak terbuka pada orang tua,” jelasnya.

Akibatnya, anak berisiko mencari pelarian ke pihak lain, termasuk AI atau lingkungan negatif yang justru memberi rasa nyaman semu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas