Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok & Kontribusi Arif Budimanta, Eks Stafsus Jokowi yang Meninggal di Usia 57 Tahun

Mantan Staf Khusus Presiden Jokowi bidang ekonomi, Arif Budimanta Sebayang, dikabarkan meninggal dunia, Sabtu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Dewi Agustina
zoom-in Sosok & Kontribusi Arif Budimanta, Eks Stafsus Jokowi yang Meninggal di Usia 57 Tahun
KEIN
ARIF BUDIMANTA MENINGGAL - Mantan Staf Khusus Presiden Jokowi bidang ekonomi, Arif Budimanta Sebayang, dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (6/9/2025) dini hari. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Staf Khusus Presiden Jokowi bidang ekonomi, Arif Budimanta Sebayang, dikabarkan meninggal dunia, Sabtu (6/9/2025) dini hari.

Arif Budinanta meninggal di usia 57 tahun.

Baca juga: BREAKING NEWS: Arif Budimanta, Mantan Stafsus Presiden Jokowi Meninggal

Kabar duka tersebut dibenarkan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira

Menurut Andreas, informasi meninggalnya Arif diterima melalui pesan dari anak-anak almarhum di grup WhatsApp internal partai.

"Iya betul. Berita ini kami dapat dari anak-anak beliau melalui WA Grup Partai. Tadi pagi jam 6 WIB," kata Andreas, saat dikonfirmasi, Sabtu pagi.

 

Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta
Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta (TRIBUNNEWS/REYNAS)

 

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Arif meninggal pada pukul 00.06 WIB.

Jenazahnya akan disemayamkan di Rawamangun Muka Golf No. 3, Rawamangun, Jakarta Timur.

Sosok dan Rekam Jejak 

Arif Budimanta Sebayang atau yang lebih dikenal dengan Arif Budimanta adalah seorang ekonom Indonesia sekaligus staf khusus presiden bidang ekonomi di periode II kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Arif lahir di Medan, Sumatra Utara, pada 15 Maret 1968.

Ia dikenang sebagai sosok visioner, kritis, dan berdedikasi tinggi dalam memperjuangkan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.

Tulisan dan pemikiran Arif Budimanta di bidang perekonomian, pembangunan dan kemanusian dapat diikuti di Harian Kompas, Jakarta Post, Majalah Prisma, jurnal dan buku oleh penerbit nasional dan internasional. 

Di antaranya, berkontribusi dalam buku “Handbook of Research on Green, Circular, and Digital Economies as Tools for Recovery and Sustainability” yang terbit pada Maret 2022. 

Di buku tersebut, Arif menulis dengan judul Digital Economy Transformation in Nexus With External and Social Sustainability: The Indonesian Experience. 

Sesuai Minatmu
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas