Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kepsek Dicopot Usai Tegur Anak Wali Kota Prabumulih, KPK Telisik Harta Rp17 M Arlan

Kepsek dicopot usai tegur anak pejabat, kini KPK telisik harta Rp17 M sang wali kota. Publik menuntut transparansi dan keadilan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Kepsek Dicopot Usai Tegur Anak Wali Kota  Prabumulih, KPK Telisik Harta Rp17 M Arlan
IG/palembang.update
Kepala SMPN 1 Prabumulih Roni Ardiansyah kembali bertugas usai Wali Kota Arlan meminta maaf dan memberi motor listrik sebagai simbol damai. 

Ringkasan Utama

KPK akan menelisik LHKPN Wali Kota Prabumulih, Arlan, senilai Rp17 miliar. Pemeriksaan dilakukan menyusul sorotan publik atas pencopotan Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, yang sempat menegur anak sang wali kota. KPK menegaskan pentingnya keakuratan isi laporan kekayaan pejabat sebagai bagian dari pencegahan korupsi.

 
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menelisik Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Arlan, yang tercatat mencapai Rp17.002.737.046.

Langkah ini diambil menyusul sorotan publik terhadap Arlan, setelah pencopotan Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, yang sempat menegur anak sang wali kota karena membawa mobil ke sekolah.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa pemeriksaan LHKPN dilakukan untuk memastikan keakuratan dan kelengkapan laporan yang telah disampaikan.

“Kalau kita bicara soal kepatuhan LHKPN, tentu tidak hanya patuh soal waktu pelaporan tapi juga patuh terkait dengan isinya,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (17/9/2025).

“Apakah yang disampaikan sudah sesuai, sudah benar, sudah lengkap atau belum nanti akan dicek dari pelaporan LHKPN yang bersangkutan,” tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menekankan bahwa LHKPN adalah instrumen penting dalam pencegahan korupsi karena memungkinkan masyarakat ikut mengawasi kewajaran aset pejabat publik.

Berdasarkan data pelaporan, Arlan menyampaikan LHKPN pada 13 Agustus 2024 saat mencalonkan diri sebagai Wali Kota Prabumulih.

Rinciannya meliputi:

  • Tanah dan bangunan: 18 bidang senilai Rp5,87 miliar
  • Alat transportasi dan mesin: 12 unit kendaraan termasuk truk dan buldoser senilai Rp4,92 miliar
  • Harta bergerak lainnya: Rp202 juta
  • Kas dan setara kas: Rp8 miliar
  • Utang: Rp2 miliar

Baca juga: Jejak Uang Haram Kuota Haji, Nama Wasekjen Ansor Muncul di Radar KPK

Polemik bermula dari kabar viral bahwa Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah, dicopot setelah menegur anak Arlan yang membawa mobil ke sekolah.

Video perpisahan Roni dengan siswa yang berderai air mata turut memperkuat sorotan publik.

Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih, A Darmadi, membantah pencopotan Roni terkait insiden tersebut.

Ia menyebut mutasi dilakukan karena tiga kasus: chat mesum guru, parkir berbayar di sekolah, dan insiden anak wali kota kehujanan karena kendaraan pengantar tidak diizinkan masuk ke lingkungan sekolah.

WALI KOTA PRABUMULIH - Kolase H Arlan, Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, bersama keempat istrinya saat kampanye Pilkada 2024 lalu. Kini, dirinya kembali viral setelah beredar kabar pencopotan Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah.
WALI KOTA PRABUMULIH - Kolase H Arlan, Wali Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, bersama keempat istrinya saat kampanye Pilkada 2024 lalu. Kini, dirinya kembali viral setelah beredar kabar pencopotan Kepala SMPN 1 Prabumulih, Roni Ardiansyah. (Kolase: Kanal YouTube Tribun Jateng)

Arlan sendiri telah menyampaikan permohonan maaf kepada Roni dan masyarakat Prabumulih melalui media sosial.

Ia membantah tudingan pencopotan dan menyebut kabar tersebut sebagai hoaks. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas