Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

2.000 Tim Ekspedisi Patriot Kementrans Disebar ke 154 Daerah, Kaji Wilayah Potensi Transmigran

sebanyak 2.000 mahasiswa S1 hingga S3 tergabung dalam tim Ekspedisi Patriot ke 154 wilayah transmigrasi di seluruh Indonesia.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 2.000 Tim Ekspedisi Patriot Kementrans Disebar ke 154 Daerah, Kaji Wilayah Potensi Transmigran
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
PROGRAM TRANSMIGRASI - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi melakukan kunjungan kerja ke wilayah Manokwari, Papua Barat pada Rabu (17/9/2025). Dia memaparkan jika ada tim Ekspedisi Patriot yang merupakan program Kementerian Transmigrasi yang bertugas melakukan kajian potensi wilayah transmigran. 

TRIBUNNEWS.COM, MANOKWARI - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi menyebut ada 2.000 mahasiswa S1 hingga S3 yang tergabung dalam tim Ekspedisi Patriot ke 154 wilayah transmigrasi di seluruh Indonesia.

Tim Ekspedisi Patriot adalah inisiatif nasional yang digagas oleh Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia bekerja sama dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka seperti Universitas Indonesia (UI), ITB, IPB, UGM, UNDIP, UNPAD, ITS, dan puluhan universitas daerah lainnya. 

Baca juga: Wamen Viva Yoga: Pembangunan di Kawasan Transmigrasi Untuk Transmigran dan Warga Lokal

Program ini bertujuan untuk mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia melalui pendekatan berbasis riset dan kolaborasi lintas sektor.

"Ada 2.000 tim Ekspedisi Patriot kita kirimkan di 154 kawasan dari Sabang sampai Merauke, termasuk di Papua Barat yang terdiri dari 42 profesor, 358 doktor, 854 lulusan S1 dan S2, dan on going 750-an itu mahasiswa S1 dan S2," kata Wamentrans Viva Yoga saat melakukan kunjungan kerja Kawasan Transmigrasi Momi Waren, Manokwari Selatan, Papua Barat, Rabu (17/9/2025).

 

 

Para mahasiswa ini terdiri dari puluhan perguruan tinggi, di antaranya merupakan perguruan tinggi besar.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami bekerja sama dengan universitas nasional yaitu dengan UI, ITB, IPB, UNPAD, UGM, UNDIP, dan UTS serta puluhan universitas daerah termasuk UNCEN dan beberapa daerah dari Sabang sampai Merauke," ucapnya.

Viva mengatakan Tim Ekspedisi Patriot akan melakukan tugasnya untuk melakukan penelitian terkait potensi wilayah kawasan transmigran selama kurang lebih 4 bulan.

"Tujuannya adalah untuk melakukan riset dan penelitian tentang potensi wilayah kawasan ekspedisi. Kedua memonitor dan mengevaluasi terhadap persoalan kawasan apa masalahnya, soal infrastruktur, kendala-kendala yang terjadi seperti apa," tuturnya.

Tidak hanya itu, Viva mengatakan Tim Ekspedisi juga bertujuan melakukan sejumlah penelitian terkait produk-produk unggulan yang bisa dikembangkan.

Nantinya lewat penelitian itu diharapkan mampu menghadirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru khususnya di kawasan transmigran.

Selain itu, hasil penelitian itu bakal ditindaklanjuti dengan menggandeng kementerian dan lembaga terkait untuk menindaklanjuti hasil penelitian dari Tim Ekspedisi Patriot.

"(Tim Ekspedisi Patriot) melakukan penelitian tentang produk unggul yang bisa diorientasikan untuk ekspor untuk pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan itu apa," jelasnya 

Sebelumnya, Viba menegaskan saat ini pemerintah pusat tidak akan mengirimkan warga calon transmigran ke daerah-daerah tertentu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas