Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Dukung Reformasi Polri

Andi mendukung reformasi Polri, namun mengingatkan agar tidak boleh ada agenda terselubung di balik agenda tersebut. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Dukung Reformasi Polri
istimewa
REFORMASI POLRI - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea. Andi Gani Nena Wea, menyatakan dukungannya terhadap reformasi Polri. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyatakan dukungannya terhadap reformasi Polri.

Hal ini disampaikan Andi saat beraudiensi dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/9/2025).

Baca juga: Eks Pengacara Brigadir Yosua Protes Budhi Herdi yang Terseret Kasus Sambo Masuk Tim Reformasi Polri

Andi mendukung reformasi Polri, namun mengingatkan agar tidak boleh ada agenda terselubung di balik agenda tersebut. 

"Dan yang paling penting juga adalah Polri direformasi lembaganya itu boleh. Tapi, jangan ada hidden agenda untuk tiba-tiba punya tujuan tertentu, pucuk pimpinan Polri," kata Andi di lokasi.

Menurut dia, banyak sekali pihak yang memanfaatkan kerusuhan akhir Agustus 2025 lalu.

"Jadi buat kami cukup meresahkan. Karena banyak sekali kepentingan-kepentingan yang ada dalam kemelut akhir-akhir ini," ujar Andi.

Kepada Puan, Andi menyatakan dukungannya terhadap DPR agar tetap menjadi rumah rakyat. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Ibu Puan Maharani, jangan pernah takut dan khawatir tentang intervensi atau tekanan," ungkapnya.

Baca juga: Sosok Brigjen Budhi Herdi Susianto Jadi Anggota Tim Reformasi Polri, Dulu Terseret Kasus Ferdy Sambo

Audiensi digelar di tengah aksi unjuk rasa ribuan buruh yang tergabung dalam KSPSI dan sejumlah organisasi serikat pekerja lainnya di depan Gedung DPR/MPR RI.

Dalam aksi unjuk rasa ini, buruh membawa lima tuntutan di antaranya mendorong pengesahan RUU Ketenagakerjaan, menolak kebijakan upah murah, menghapus sistem outsourcing, mendukung Polri menegakkan hukum, serta tegakkan supremasi sipil.

Pembentukan Tim Reformasi Polri adalah salah satu tuntutan masyarakat termasuk Gerakan Nurani Bangsa (GNB) yang terdiri sejumlah tokoh bangsa dan tokoh-tokoh lintas agama.

Hal itu mereka sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (11/9/2025) malam.

Sejauh ini, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra mengatakan Prabowo sedang menyiapkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait dengan pembentukan Tim Reformasi Polri.

Tim Reformasi Polri disebut bakal dilantik dalam waktu dekat. (*)

 

 

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas