Pangan Lokal Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Masa Depan Indonesia
Aktivis ketahanan pangan, Anang Setiawan menekankan bahwa mencintai pangan lokal bukan sekadar urusan perut, melainkan juga soal gaya hidup.
Tayang:
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Whiesa Daniswara
TRIBUNPAPUA/ Putri Nurjannah Kurita
MAKANAN LOKAL - Potret penjualan sagu mentah di Pasar Pharaa Sentani, Kabupaten Jayapura. Di tengah derasnya tren kuliner global dan maraknya makanan cepat saji, kesadaran untuk kembali mengenal pangan lokal Nusantara seperti sagu semakin penting untuk dibangkitkan.
Selain itu, rantai distribusi pangan lokal biasanya lebih pendek dibanding produk impor.
Artinya, lebih ramah lingkungan dan menghasilkan jejak karbon yang lebih kecil.
Sayangnya, pangan lokal masih menghadapi tantangan: promosi yang minim serta pola konsumsi masyarakat yang cenderung memilih makanan instan.
Karena itu, edukasi, inovasi produk, dan dukungan kebijakan sangat dibutuhkan.
Mengutamakan pangan lokal bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga langkah nyata menuju kedaulatan pangan Indonesia.
Berita Populer
Berita Terkini