Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Jadwal Imsakiyah
Kamis, 05 Maret 2026 (15 Ramadan 1447 H)
Kota Jakarta
Imsak 04:33
Subuh 04:43
Zhuhr 12:08
‘Ashr 15:08
Maghrib 18:13
‘Isya’ 19:22

5 Kasus Keracunan MBG sejak 22 September 2025, di Bandung Barat KLB hingga 3 SPPG Ditutup Sementara

Lima kasus keracunan MBG terjadi di sejumlah wilayah Indonesia sejak Senin (22/9/2025).

zoom-in 5 Kasus Keracunan MBG sejak 22 September 2025, di Bandung Barat KLB hingga 3 SPPG Ditutup Sementara
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
PERAWATAN KORBAN - Pelajar korban keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cililin, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (25/9/2025). Korban keracunan MBG terjadi di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas sejak Senin (22/9/2025) hingga Kamis (25/9/2025), mencapai lebih dari 1.200 orang. (TRIBUN JABAR/GANI KIRNIAWAN) 

TRIBUNNEWS.com - Sejak Senin (22/9/2025), terjadi lima kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah di Indonesia.

Di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat (Jabar), sebanyak lebih dari 1.000 siswa menjadi korban keracunan MBG hingga akhirnya ditetapkan status kejadian luar biasa (KLB).

Sementara, di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, puluhan siswa diduga kuat keracunan karena menu MBG berupa ikan hiu goreng.

Dirangkum Tribunnews.com, berikut ini kasus keracunan MBG sejak Senin:

1. Kabupaten Bandung Barat

Kasus keracunan MBG di KBB, sudah mencapai lebih dari 1.000 korban hingga Kamis (25/9/2025).

Keracunan MBG pertama terjadi di Kecamatan Cipongkor, KBB, pada Senin, dengan korban siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Baca juga: Data Terbaru Keracunan MBG, BGN dan Istana Beri Angka Berbeda, Kasus di Cipongkor Belum Termasuk

Kasus keracunan MBG kedua terjadi di Kecamatan Cihampelas.

Buntut keracunan MBG itu, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menetapkannya sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Namun, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suyatman, mengungkapkan status tersebut belum akan diperluas hingga seluruh provinsi.

Sebab, fokus utama pemerintah saat ini adalah keselamatan para siswa.

‎"Apakah KLB akan ditingkatkan se-Jawa Barat? Jawabannya belum. Ini masih dievaluasi. Keselamatan anak-anak nomor satu, setelah itu perbaikan harus dilakukan secara komprehensif," ungkap Herman, Rabu, dilansir TribunJabar.id.

Terpisah, Bupati KBB, Ritchie Ismail, telah menutup sementara tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah buntut kasus keracunan di Cipongkor dan Cihampelas.

Meski jumlah korban melampaui 800 orang, pria yang akrab disapa Jeje ini mengatakan belum akan menghentikan program MBG.

Sebab, menurutnya, program MBG telah membantu meringankan beban orang tua siswa.

"Yang kami tutup hanya tiga SPPG yang sudah bermasalah, di Cipongkor dan Cihampelas," kata Jeje, Kamis (25/9/2025).

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas